Diklat SAR Baguna, Kusnadi: Tak Hanya Latih Kekuatan Fisik, Juga Hati Nurani

Yovie Wicaksono - 29 September 2020
Diklat SAR Baguna PDI Perjuangan Jatim di Wisma Perjuangan, Oro-oro Ombo, Kota Batu. Foto : (Istimewa)

SR, Batu – Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menggembleng personelnya agar benar-benar terlatih dalam membantu penanganan bencana melalui kegiatan Diklat SAR Baguna PDI Perjuangan Jatim di Wisma Perjuangan, Oro-oro Ombo, Kota Batu, selama sepuluh hari sejak Rabu (23/9/2020).

Selama Diklat SAR, personel Baguna dilatih keterampilannya dalam hal kebencanaan, baik bencana banjir, longsor, gunung meletus, maupun bencana lainnya. Peningkatan kualitas relawan Baguna ini dilakukan dengan menggandeng institusi yang berkompeten di bidangnya, yakni Basarnas.

Pelatihan yang diikuti Baguna utusan DPC PDI Perjuangan dari 38 kabupaten/kota se-Jatim ini cukup menguras fisik, untuk itu sebelumnya Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim Kusnadi berpesan agar dalam mengikuti pelatihan, peserta tidak perlu mengeluh.

Selain itu, Kusnadi juga berpesan agar hati nurani harus turut dilatih agar setelah kembali ke masyarakat, kepekaan terhadap permasalahan rakyat menjadi bertambah.

“Kalau teman-temen ini sudah menempatkan diri dan kemudian menyerahkan untuk menjadi anggota Baguna, jangan kemudian mengeluh. Selama sembilan hari saudara disini dilatih fisik dan keterampilannya di sini,” kata Kusnadi.

“Tapi pada hakikatnya bukan hanya fisik yang perlu, tapi hati nurani kita latih agar kita mampu mempunyai kekuatan fisik dan kekuatan hati nurani sebagai modal kita untuk memberi pertolongan pada rakyat,” tambahnya.

Dia juga mewanti-wanti, kader yang telah bergabung di Baguna harus total untuk pengabdian pada masyarakat. Menurutnya Baguna tidak boleh dijadikan tempat untuk mencari eksistensi apalagi hanya sekadar tempat mejeng.

Pria yang juga Ketua DPRD Jawa Timur ini menambahkan, begitu sudah bergabung di Baguna, apakah itu di cabang atau DPD maka peserta harus faham tentang konsekuensi. Kusnadi menyebut, ketika bergabung di Baguna adalah bagaimana kita mengabdi untuk kepentingan rakyat secara umum.

“Yakinlah kalau terus kemudian kita mampu untuk melakukan itu semua,  maka kemudian kita akan memberikan manfaat bukan hanya pada PDI Perjuangan. Tapi manfaat untuk masyarakat Indonesia secara umum,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Baguna Jatim SW Nugroho mengatakan, Diklat SAR ini sebagai bagian dari upaya Baguna PDI Perjuangan Jatim menyiapkan tim gerak cepat yang sewaktu-waktu siap diterjunkan membantu penanganan bencana.

Pelatihan kemampuan anggota Baguna Jatim ini, tambah dia, sebagai manifestasi PDI Perjuangan sebagai partai yang selalu berada di tengah-tengah masyarakat dalam kondisi apapun.

“Ini sesuai arahan Ibu Ketua Umum Megawati Soekarnoputri, agar PDI Perjuangan memiliki wajah kerakyatan dan selalu berada di tengah rakyat dalam kondisi apapun,” tuturnya.

Sekretaris Baguna Jatim, Bayu Utoro menambahkan, materi Diklat SAR bagi personel Baguna PDI Perjuangan Jatim lebih banyak menggunakan metode praktik, selain pertemuan dalam kelas.

“Porsinya lebih banyak praktik, seperti memahami cedera atau luka akibat bencana dan bagaimana melakukan pertolongan awal, lalu materi run swim run yang hampir setiap hari dilakukan, juga soal cara-cara pertolongan di perairan, dan lainnya,” ujar Bayu.

Dari Diklat SAR ini, lanjut Bayu, akan dibentuk setidaknya dua tim Baguna Jatim yang berkemampuan lebih dalam membantu penanganan bencana. Mereka akan siap ditugaskan langsung ke lokasi bencana, baik di Jatim, maupun di daerah lain.

“Lewat Diklatsar ini, kami memilih personel dengan skill terbaik yang akan masuk tim gerak cepat Baguna Jatim,” ujarnya. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.