Digitalisasi Bahasa Isyarat di Era Society 5.0 bagi Disabilitas Rungu
SR, Surabaya – Bahasa isyarat selama ini dikenal sebagai jembatan komunikasi utama bagi komunitas Tunarungu. Namun, di tengah perkembangan teknologi Society 5.0 yang menempatkan manusia sebagai pusat inovasi, bahasa isyarat juga ikut bertransformasi.
Digitalisasi menjadi langkah penting untuk memperluas akses, membuat komunikasi lebih cepat, serta menghadirkan interaksi yang setara di ruang publik maupun digital.
Menurut KBBI, bahasa isyarat adalah sistem komunikasi menggunakan gerakan tangan, jari, serta ekspresi wajah untuk menyampaikan pesan. Kini, dengan dukungan teknologi, bahasa ini tidak lagi terbatas pada tatap muka. Misalnya, riset terbaru yang dibahas dalam Seminar Digitalisasi Bahasa Isyarat menyebutkan adanya aplikasi berbasis augmented reality (AR) dan audiobook interaktif yang bisa membantu Tunarungu memahami teks, suara, hingga percakapan secara real-time.
UNESCO juga menekankan pentingnya inovasi inklusif agar bahasa isyarat tidak hanya menjadi alat komunikasi komunitas tertentu, tetapi juga dipahami masyarakat luas. Digitalisasi ini diharapkan mampu mengurangi kesenjangan sosial, memberikan kesempatan kerja lebih besar, hingga meningkatkan kemandirian penyandang disabilitas.
Di Indonesia, Kemendikbudristek juga sudah mulai mendorong penggunaan teknologi dalam pembelajaran bahasa isyarat, termasuk pengembangan kurikulum digital.
Semua ini menunjukkan bahwa bahasa isyarat bukan lagi sekadar gerakan tangan, melainkan jembatan komunikasi modern yang relevan dengan tantangan zaman. (*/dv/red)
Tags: bahasa isyarat, Digitalisasi, superradio.id, tuna rungu
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





