Diduga Keracunan MBG di Madiun, Sampel Makanan Diuji Lab

Rudy Hartono - 10 September 2026
Katimja Surveilans Immunisasi dan Penyakit Menular di Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB Kota Madiun, Tri Wahyuning Novitasari (net)

SR, Madiun – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB Kota Madiun, Jawa Timur, sudah mengambil sampel menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga menyebabkan 30 siswa dan dua guru SDN 2 Kanigoro, Kecamatan Kartoharjo, mengalami keracunan. Sampel makanan dikirim ke Laboratorium Kemenkes yang berada di Surabaya, Jawa Timur.

Katimja Surveilans Immunisasi dan Penyakit Menular di Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB Kota Madiun, Tri Wahyuning Novitasari menyatakan, petugas surveilans sudah mengambil sampel makanan dari menu MBG, yakni tahu bulat, sate dan udang dari sajian yang dikirim SPPG.

Sampel itu sudah dikirim ke Surabaya untuk dilakukan pemeriksaan guna mengetahui penyebab pasti keracunan makanan yang menimpa 30 siswa dan dua guru. “Jadi penyebab keracunan makanan baru bisa dipastikan usai hasil laboratorium keluar. Saat ini kami masih menunggu (hasilnya) karena sampel makanan harus kami kirim ke laboratorium yang ada di Surabaya,” kata Novita, Rabu (9/9/2026).

Novita meminta semua pihak tidak menyimpulkan terlebih dahulu penyebab keracunan sebelum hasil pemeriksaan terhadap sampel makanan keluar.

Kendati demikian, Novita menyebut gejala yang dialami para siswa dan guru seperti mual, muntah dan pusing menjadi salah satu ciri khas orang keracunan makanan. Terlebih, ada seorang guru yang tidak sadarkan diri lantaran mengalami gejala keracunan. “Tadi ada satu orang (guru) yang sampai pingsan,” tutur Novita.

Ia memastikan 30 siswa dan guru yang merasakan pusing dan mual sudah mendapatkan perawatan intensif. Untuk kasus ringan ditangani di Puskesmas Sukosari. Sementara korban yang mengalami gejala berat dirujuk di RSUD Kota Madiun.

Beberapa siswa dipulangkan Novita mengungkapkan, beberapa siswa sudah dipulangkan lantaran kondisinya membaik usai mendapatkan perawatan medis. Bahkan para siswa yang diperbolehkan pulang langsung dijemput orang tuanya masing-masing. “Beberapa siswa sudah kami perbolehkan pulang karena kondisinya sudah membaik,” jelas Novita tanpa menyebut pasti jumlah siswa yang sudah dipulangkan.

Menurut Novita, beberapa siswa yang sudah dipulangkan rata-rata mengalami gejala yang masih dapat ditangani Puskesmas Sukosari. Sementara pasien yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, termasuk pemberian infus, dirujuk ke RSUD Kota Madiun.

Ia menambahkan kondisi pasien yang dirujuk ke RSUD relatif lebih berat kasusnya. Dengan demikian perawatan di rumah sakit memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan sesuai kondisi kesehatannya.  (*/red)

 

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.