Ciptakan Perilaku Tangguh Hadapi Pandemi Covid–19

Yovie Wicaksono - 11 May 2020
Ilustrasi. Foto : (shutterstock)

SR, Jakarta – Ahli Psikologi Politik Prof. Hamdi Muluk mengatakan, tingkat penataan diri dibutuhkan setiap individu dalam menghadapi tantangan besar di tengah pandemi virus corona (Covid–19). Penataan diri seperti hati, emosi, pikiran dan perilaku perlu dilakukan semaksimal mungkin untuk membentuk ketangguhan di tengah pandemi Covid–19.

“Tangguh secara ekonomi, tangguh secara fisik, tangguh secara sosial, tangguh secara spiritual,“ ujar Hamdi, Minggu (10/5/2020).

Ia mencontohkan, tangguh secara ekonomi dapat dilakukan dengan mengoptimalkan solidaritas dengan membantu sesama.

Hamdi menyampaikan, pada kondisi seperti sekarang ini yang menjadi titik tumpu adalah manusia. Aspek kesejahteraan psikologi atau psychological well-being menjadi penting. Di sisi lain, ia menekankan untuk tidak menghindari aspek yang tidak kondusif dan berpengaruh terhadap psikologi.

“Contoh tindakan tidak kondusif adalah menyebarkan hoaks, rumor, mengajak orang tidak patuh terhadap pemerintah, melanggar protokol kesehatan,” katanya.

Sementara itu, ia menekankan pada perilaku konsisten dan berkelanjutan pada penataan diri. Di samping itu, masyarakat juga perlu membangun sikap disiplin dan tidak egois. Percepatan penanganan Covid–19 membutuhkan upaya kolektif masyarakat sebagai bagian dari pentaheliks penannggulangan bencana di tanah air.

“Ini tugas bersama, setiap orang punya tanggung jawab. Memperbesar empati dan solidaritas,” ucapnya.

Perilaku tangguh yang dibangun masyarakat ini mendukung kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid–19 baik di pusat dan daerah.

Hamdi mencontohkan perilaku masyarakat yang mendukung kebijakan pemerintah, seperti pada aspek higienis, patuh protokol kesehatan, maupun pembatasan fisik. (*/red)

 

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.