Cara Memasang dan Melepaskan APD untuk Tekan Kasus Covid-19 pada Nakes

Yovie Wicaksono - 16 August 2020
Ilustrasi Dua Orang Paramedis Saling Membantu Dalam Mengenakan Pakaian dan Alat Pelindung Diri (APD). Foto : (Antara)

SR, Surabaya – Tingkat kematian tenaga kesehatan (nakes) akibat infeksi virus corona (Covid-19) di Indonesia sudah mencapai angka tertinggi di antara negara Asia Tenggara, bahkan dunia. Di Jawa Timur saja, lebih dari 200 nakes khususnya perawat dan dokter terinfeksi Covid-19.

Salah satu faktor tingginya angka kasus Covid-19 pada nakes yakni penggunaan alat pelindung diri (APD) yang tidak tepat atau bahkan tidak sesuai standar.

“Berdasarkan hasil wawancara dari berbagai nakes dan manajemen, ditengarai kemampuan memasang dan melepas APD mereka itu belum bagus, terutama kepatuhan untuk mematuhi protokol memasang dan melepas APD, serta pengelolaan saat pemakaian,” ujar PIC Gerakan Peduli Anak dan Ibu Sehat (GELIAT) Universitas Airlangga (Unair), Nyoman Anita Damayanti dalam program Safety Culture Webinar  bekerja sama dengan UNICEF dan S3 Kesehatan Masyarakat Unair yang membahas Tatalaksana Pencegahan dan Penularan Covid-19 serta Tutorial Pemasangan dan Pelepasan APD.

Penanggung Jawab Ruang ICU 5B1 Covid-19 RSUA, Wikan Purwihantoro Sudarmaji mengatakan, standar melakukan prosedur pemakaian APD perlu ada 2 orang, yakni pemakai dan observer.

“Lalu, kunci dalam pemakaian APD harus rapat dan tidak bocor. Tidak urut tidak apa-apa yang penting rapat,” ujar Wikan saat memperagakan cara pemakaian APD.

Wikan menjelaskan, observer bertugas untuk mengawasi, membantu, sekaligus membawa checklist kelengkapan pada APD yang digunakan. Namun, jika tidak terdapat observer dikarenakan keterbatasan SDM, dapat memakai cermin. Tetapi, cermin diusahakan memiliki tinggi sesuai postur badan, kemudian menampilkan checklist pada dinding.

Sebelum memakai perlengkapan, lanjut Wikan, pastikan telah memakai baju kerja. Serta, pastikan semua alatnya sudah lengkap, yakni sarung tangan nonsteril (dalam) dan steril (luar); gown dan cover shoes, masker N95, pelindung wajah, kacamata, headcap, desinfektan, cuci tangan (hand sanitizer), tempat sampah non medis dan medis).

Saat memakai sarung tangan dalam, pastikan ukurannya nyaman, tidak terlalu ketat dan tidak terlalu longgar. Memakai coverall, pastikan tidak ada yang sobek atau rusak jahitan. Kemudian dilanjutkan dengan pemakaian cover shoes dan menalinya dengan rapat.

Selanjutnya, memakai masker N95, kemudian mengecek masker dan pastikan tidak ada udara yang bisa keluar masuk. Jika dirasa kurang rapat, bagian belakang masker bisa di tali. Setelah itu, bisa memakai masker bedah lagi (optional).

Kemudian, memakai headcap hingga telinga dan memakai penutup kepala yang ada di coverall. Cek ulang dan pastikan resleting tertutup, serta tidak ada area yang terbuka menggunakan selotip plastik.

Lalu, mengunci cover shoes dengan selotip. Kemudian memakai kacamata, dilanjutkan dengan memakai pelindung wajah.

Kemudian memakai sarung tangan luar. Sarung tangan luar harus melewati pergelangan tangan, lalu diselotip. Petugas sudah siap melakukan pelayanan kepada pasien. Perlu ditekankan, jika saat pemakaian petugas tidak boleh menyentuh area muka dan selalu menjaga kebersihan.

“Kita harus membiasakan cuci tangan pada setiap ganti langkah atau prosedur dalam pelepasan APD,” tegas Wikan.

Sementara itu, sebelum melepas APD, lanjutnya, diwajibkan untuk mencuci tangan terlebih dahulu atau menggunakan hand sanitizer. Kemudian, melepas semua isolasi yang menempel pada badan. Lalu, langsung dibuang pada tempat sampah medis dan pastikan tidak ada yang robek dari isolasi tersebut.

Kemudian melepas sarung tangan bagian luar. Ketika melepas, harus hati-hati dan jangan sampai mengkontaminasi sarung tangan bagian dalam.

Selanjutnya cara melepas, yakni dilonggarkan dulu dari bagian samping. Kemudian membersihkan pelindung wajah menggunakan tisu atau kasa yang sudah dibasahi dengan desinfektan, dengan arah zig zag atau memutar dari dalam keluar sebanyak 2 kali.

Lalu, melepaskan kacamata. Diambil dari samping dan dibersihkan menggunakan tisu sama dengan cara membersihkan pelindung wajah. Kemudian melepas penutup kepala. Pastikan ada cermin untuk mempermudah.

Selanjutnya melepas cover shoes dengan cara menggulung dari dalam ke luar. Gulung dengan hati-hati dan jangan terlalu cepat untuk menghindari kontaminasi dengan bagian yang lain.

Setelah itu, membuka penutup kepala. Jangan lupa digulung juga. Pastikan tergulung keluar dan jangan sampai bagian luar menyentuh bagian dalam. Serta, usahakan coverall ini tidak menyentuh lantai dengan kondisi tergulung. Lalu, buang pada sampah medis.

Membuang sarung tangan bagian dalam. Kemudian memakai kembali sarung tangan yang baru. Lalu, melepas penutup kepala.

“Masker tidak dilepas karena masih di dalam ruangan APD kotor jadi ditakutkan terkontaminasi. Banyak nakes yang menggunakan double masker, kemudian masker bagian luar dibuang,” ujarnya.

Setelah selesai, lepas sarung tangan dan kemudian cuci tangan kembali. Kemudian, nakes bisa keluar dari ruangan kotor ke kamar mandi yang telah disediakan di samping ruangan kotor.

“Di dalam kamar mandi, masker N95 dapat dilepas dan dibuang dalam sampah medis yang telah disediakan. Di sini, nakes bisa membersihkan diri seperti mandi. Terakhir, jangan lupa untuk mendesinfeksi sepatu yang digunakan,” tandasnya. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.