Bupati Trenggalek Lestarikan Alam Lewat Metri Bumi
SR, Trenggalek – Ada cara unik yang dipilih oleh Bupati Trenggalek, Mas Ipin untuk melestarikan alam.
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, memiliki cara tersendiri untuk mendorong pelestarian alam di tengah keterbatasan kewenangan pemerintah daerah dalam pengelolaan kawasan hutan.
Bupati yang akrab disapa Mas Ipin itu memilih pendekatan kebudayaan melalui upacara Metri Bumi.
Langkah tersebut menjadi salah satu upaya untuk mengajak masyarakat menjaga alam sekaligus merespons tantangan perubahan iklim.
“Saya nomenklaturnya saya letakkan di Dinas Kebudayaan. Saya bikin upacara Metri Bumi,” terang Mochamad Nur Arifin, Rabu (28/10/2026).
Menurutnya, pemerintah daerah dituntut ikut berperan dalam aksi ketahanan iklim atau climate resilience.
Namun, upaya pelestarian hutan tidak selalu mudah dilakukan melalui penganggaran daerah karena terbentur pembagian kewenangan.
“Tolong dijaga hutannya. Kita enggak punya kewenangan sama hutan. Mau menganggarkan APBD di kawasan hutan, bukan kewenangannya. Akhirnya saya pakai apa?,” ujarnya.
Ia menjelaskan, keterbatasan tersebut mendorongnya mencari pendekatan lain yang tetap memungkinkan pemerintah daerah berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan.
Melalui tradisi tersebut, Mas Ipin ingin menempatkan pelestarian alam sebagai bagian dari kesadaran budaya masyarakat.
Menurutnya, persoalan lingkungan tidak hanya berkaitan dengan kebijakan pemerintah, tetapi juga menyangkut kehidupan sehari-hari masyarakat yang bergantung pada kondisi alam.
Dalam kesempatan itu, Mas Ipin juga menyoroti persoalan keadilan dalam pengelolaan kawasan hutan, termasuk pemanfaatan sumber daya alam dan nilai ekonomi karbon.
Ia mencoba melihat persoalan perubahan iklim dari perspektif masyarakat akar rumput atau grassroots, khususnya warga desa yang merasakan langsung dampak perubahan musim. (*/red)
Tags: budaya metri bumi, Jaga Lingkungan, superradio.id, Trenggalek
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





