Bupati Kediri Tegur Tempat Usaha Langgar Aturan PPKM Darurat hingga Borong Nasgor

Yovie Wicaksono - 12 July 2021
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana. Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana bersama Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono dan Dandim 0809 Letkol Inf Ruly Eko Suryawan menggelar penertiban warung kopi maupun kafe yang tetap buka di atas pukul 20.00 WIB di saat pelaksanaan PPKM Darurat. 

Penertiban pada Minggu (11/7/2021) yang difokuskan pada lingkungan Kampung Inggris ini, Bupati menemukan banyak pemilik kafe yang melanggar peraturan PPKM Darurat. Salah satu aturan yang dilanggar tersebut ditemui banyak  para pembeli yang tak pakai masker, berkerumun hingga makan di tempat.

Bupati yang akrab disapa Mas Bup ini pun sempat menghubungi pemilik kafe via telepon untuk meminta menaati peraturan dan mensosialisasikan aturan pemerintah. 

Bahkan, dalam penertiban itu Mas Bup sempat memborong nasi goreng (nasgor), agar si pedagang bersedia menutup dagangannya.

“Ya ini saya bayar semua, nanti kalian tinggal pulang,” kata Mas Bup kepada pedagang perempuan tersebut. 

Dalam keteranganya, Mas Bup menjelaskan, dalam penertiban yang digelar oleh petugas gabungan ini ditemukan ada sekira 7-10 kafe yang telah melanggar peraturan. 

“Kami Pemkab bersama Polres dan Kodim 0809 tidak segan memberikan sanksi tegas terhadap pemilik kafe, warung, maupun pedagang kaki lima yang tetap melanggar peraturan di masa PPKM Darurat,” ungkapnya.

Mas Bup menambahkan, pihaknya tak segan menutup usaha warung makan atau kafe yang melanggar PPKM Darurat.

“Aturan PPKM Darurat ini bukan tutup jam 20.00 WIB, melainkan  tidak boleh makan di tempat,” ujarnya.

Untuk menindaklanjuti hal ini, Mas Bup mengerahkan tiga pilar di tingkat desa dan kecamatan untuk mensosialisasikan hal tersebut. 

“Saya mengimbau kepada Kepala Desa, Babinmas, Babinsa dan Kapolsek, Danramil, dan Camat untuk turun,” kata Mas Bup.

Ia menegaskan, jika pelanggaran ini masih terjadi, maka yang dikhawatirkan adalah tenaga medis yang akan kewalahan menangani pasien Covid-19.

“Tujuan sidak ini jelas agar kita bisa menghentikan risiko penularan Covid-19 yang masih tinggi di Kabupaten Kediri. Saya mengimbau kepada masyarakat agar bersabar dan bisa menahan diri untuk tak keluar rumah jika tak ada keperluan mendesak,” pungkasnya. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.