Blangkon Gurat 17 Produksi Supari Turut Lestarikan Budaya Jawa

Rudy Hartono - 16 May 2024
Supari (kanan) pengrajin blangkon asal Kabupaten Kediri memperlihatkan beragam hasil karyanya, sebagai wujud nguri-uri budaya Jawa. (foto: rri)

SR, Kediri – Supari, seorang warga asal Desa Jarak Lor, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, mencoba melestarikan Budaya Jawa dengan memproduksi Blangkon.

Hal ini disampaikan Supari, saat ditemui di rumahnya, pada Kamis 16 Mei 2024.

Supari mengaku, dalam satu hari bisa membuat aneka model Blangkon, sebanyak tiga buah. Yang mana pada umumnya, blangkon karya ini terinspirasi dari desain blangkon asal Keraton Surakarta.

Hingga saat ini, Supari optimis, baru pihaknya yang sanggup membuat blangkon di daerah Kediri, maupun Jawa Timur. Sebab, untuk memproduksi blangkon ini dibutuhkan kreativitas tinggi dan ketelitian. Alhasil, sampai sekarang jerih payah Supari tersebut dapat dinikmati masyarakat Kediri dan sekitarnya.

“Yang paling laris itu, rata-rata di harga Rp 100.000 per buah. Namun untuk harga jual tertinggi ada yang 250.000 Rupiah per blangkon, sedangkan konsumen banyak dari Kediri dan sekitarnya,” kata Supari saat ditemui di rumahnya, Kamis (16 /5/2024).

Di tempat ini, Abdurrouf, salah satu konsumen blangkon asal Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri mengatakan, sangat takjub dengan buatan tangan Mbah Supari.

“Dalam satu jenis blangkon ini juga mengungkap filosofi, ada 17 guratan, yang berarti mengingat 17 rakaat pada ibadah salat umat Islam,” katanya.

Lebih lanjut, untuk memperoleh kemampuan membuat blangkon ini, Supari mendapatkan dengan belajar, yang dimulai dari memperbaiki mesin jahit, belajar menjahit, dan akhirnya mencoba membuat blangkon. (*/rri/red)

Tags: , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.