Berkostum ala Sawunggaling, Begini Harapan Budayawan Surabaya kepada Eri-Armuji
SR, Surabaya – Ratusan Budayawan hadir mengawal pendaftaran pilkada serentak paslon Eri-Armuji (Erji) dari kantor DPC PDI Perjuangan Surabaya menuju kantor KPU Surabaya, Rabu (28/8/2024).
Kostumnya pun bermacam-macam. Ada yang memakai kostum khas tari remo, reog ponorogo, hingga barongsai. Salah satunya Tunggak Jati Nuswantoro.
Kelompok budaya yang menjadi partner PDI Perjuangan Surabaya dalam gelaran kirab tersebut mengenakan kostum khas tokoh asli surabaya yakni Sawunggaling.
Bukan tanpa alasan. Pegiat Budaya Tunggak Jati Nuswantoro, Sukaryo menyebut, kostum itu merupakan simbol harapan pada pemimpin yang akan datang.
Seperti Sawunggaling yang berjasa membabat alas Surabaya, pihaknya berharap Eri-Armuji bisa membawa cita-cita luhur. Mengembalikan jati diri Kota Pahlawan yang gemah ripah loh jinawi.
Menjadi pempimpin yang adil, dan menyejahterakan rakyatnya. “Kita kembalikan ke jati diri surabaya supaya jadi gemah ripah loh jinawi dengan pimpinan yang betul-betul membela rakyat dan adil tidak pilih kasih semuanya bisa ngayomi,” tuturnya.
Selain itu, ada pula tombak sebagai simbol kewibawaan dan payung yang biasa digunakan untuk ritual sebagai simbol sikap mengayomi yang harus dimiliki pemimpin.
“Itulah kenapa kami membawa ikon adat budaya. Itu pesan moral harus dikaji lebih dalam, harapannya berbagai elemen bisa menyatu,” ungkapnya. (hk/red)
Tags: Eri - Armuji, Kirab budaya, pilkada, Sawunggaling, superradio.id, tunggak jati nuswantoro
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





