Belum Ada Bukti Eukaliptus “Membunuh” Covid-19

Yovie Wicaksono - 30 July 2020
Guru Besar Departemen Farmakognosi dan Fitokimia Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, Mangestuti. Foto : (Istimewa)

SR, Surabaya – Perbincangan soal tanaman Eukaliptus dapat membunuh virus Covid-19 menarik perhatian para pakar kesehatan herbal. Terkait hal ini, Guru Besar Departemen Farmakognosi dan Fitokimia Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (FF Unair) Mangestuti memberikan pendapatnya.

Menurutnya, sampai saat ini belum ada pembuktian tanaman Eukaliptus ampuh untuk membunuh Covid-19.  “Tanaman Eukaliptus sesungguhnya hanya mampu membunuh virus SARS secara in vitro dan belum ada pembuktian mampu membunuh SARS Cov-2 (Covid-19),” katanya, Kamis (30/7/2020).

Ia menambahkan, tanaman Eukaliptus mungkin membunuh virus tertentu dan digunakan hanya sebagai manajemen penanganan gejala awal pada gejala penyakit pernafasan.

Senyawa monoterpene pada tanaman Eukaliptus memiliki kemampuan menguap secara mudah. Penguapan senyawa pada tanaman Eukaliptus dapat diserap kuat dan cepat ke kapiler sinus hidung untuk diteruskan ke sistem imun.

“Masyarakat perlu tahu bahwa tanaman Eukaliptus hanya sebagai menangkal bukan untuk membunuh,” terangnya.

Mangestuti juga memberikan alternatif obat-obatan herbal lain seperti minyak atsiri, kunyit, secang, dan jahe. Obat-obatan herbal tersebut dapat menjadi alternatif karena dapat ditemukan secara mudah daripada tanaman Eukaliptus yang masih jarang ditemukan.

Pada minyak atsiri, kemampuan sebagai pembersih udara ruangan mampu menurunkan jumlah mikroorganisme infeksi dengan alami. Minyak atsiri memiliki dampak panjang mampu meredam stress dan menambah sistem imun tubuh secara berkala.

Stress yang sering melanda seseorang selama pandemi Covid-19 menyebabkan imunitas menurun secara drastis. Hal itu disebabkan oleh saraf simpatik yang terlalu aktif menyebabkan limfosit terkurung dalam lymph nodes dan tidak keluar untuk menyerang patogen.

“Jika stress yang berlebih, kita bisa memanfaatkan kunyit, secang, atau jahe sebagai obat herbal meningkatkan imunitas tubuh,” jelasnya.

Ditegaskan, kandungan kurkumin pada kunyit mampu menghambat enkapsulasi masuk ke dalam sel tubuh. Mengkonsumsi kunyit dengan dosis 500-200 mg per hari dapat menjaga imun tubuh dari berbagai virus yang masuk ke dalam tubuh. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.