ATM Beras Sedia 32 Ton Beras di Setiap Kelurahan Kota Kediri

Rudy Hartono - 14 April 2026
Warga antre beras yang didistribusikan dalam program ATM Beras di Kota Kediri, Jawa Timur. (sumber: antara)

SR, Kediri  – Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur menyiapkan 32 ton beras yang akan didistribusikan kepada warga miskin penerima bantuan dalam program ATM Beras di seluruh wilayah kota ini.

Kepala Dinas Sosial Kota Kediri Imam Muttaqin mengemukakan 32 ton beras itu untuk keperluan penyaluran pada periode penyaluran tahun 2026. Saat ini pemkot melakukan monitor dan evaluasi di seluruh mesin ATM beras di seluruh kelurahan.

“Alhamdulillah untuk saat ini kita juga sudah melakukan monitor evaluasi ke masing-masing mesin ATM di setiap kelurahan. Hari Jumat lalu kami sempat menemukan beberapa mesin mengalami masalah, tapi hari ini kita pastikan semuanya sudah berjalan normal,” katanya kepada wartawan di Kediri, Senin (13/4/2026).

Ia menambahkan program tersebut menyasar masyarakat dengan kategori desil 1 sampai 4 yang belum pernah menerima bantuan dari pemerintah pusat, baik bantuan pangan nontunai (BPNT) maupun Program Keluarga Harapan (PKH).

Dia menyebut, program ini sudah berjalan setahun. Pada 2026 ini pemerintah kota telah menentukan jumlah penerima sebanyak 4.285 orang. Mereka tersebar di seluruh kelurahan di wilayah Kota Kediri.

Imam menambahkan, pemkot telah memiliki 46 mesin ATM Beras yang tersebar di masing-masing kantor kelurahan. Khusus Kelurahan Pocanan mesin ATM Beras ditempatkan di depan rumah dinas Wali Kota Kediri.

Ia mengatakan saat ini masih belum merencanakan adanya penambahan mesin ATM khusus untuk penyaluran beras tersebut, kecuali apabila ada terjadi penambahan jumlah penerima.

Imam menambahkan untuk mekanisme distribusi beras tersebut pemerintah memberikan jadwal pengambilan yang berlangsung selama sepekan. Apabila terdapat kendala, baik kendala teknis maupun penerima berhalangan hadir dapat melapor ke kantor kelurahan, sehingga beras akan diberikan secara manual.

“Jumlah yang kami berikan per orang masing-masing 5 liter per bulan. Jatahnya satu bulan hanya satu kali pengambilan. Caranya hampir sama dengan menarik uang tunai di ATM perbankan, cuma nanti kartunya tidak dimasukkan di mesin, tapi cukup ditempel saja,” kata dia.

Ia juga meminta kepada penerima agar tidak memperjualbelikan beras yang dikhususkan untuk menunjang kebutuhan pokok masyarakat miskin itu.

Dia berharap ke depan masyarakat bisa memanfaatkan program ini dengan bijak sehingga dapat meringankan beban kebutuhan sehari-hari. (*/ant/red)

 

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.