Anak dan Cucu Jadi Penumpang Sriwijaya Air, Nanik Berharap Keajaiban

Yovie Wicaksono - 10 January 2021
Nanik Mardiati  Zarkasi (tengah) membawa foto anak dan cucunya yang menjadi penumpang Sriwijaya Air. Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Meski keberadaanya hingga kini masih belum ditemukan, namun salah satu dari pihak keluarga korban pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang hilang kontak di perairan Pulau Lancang Kepulauan Seribu, berharap keajaiban agar Rahmania Eka Nanda (40) dan kedua puterinya Fazila Amara (6) serta Fatima Ashalina balita 2,5 tahun dan pengasuhnya Dinda Amelia nantinya ditemukan dalam keadaan selamat.

“Saya berharap,  mudah-mudahan ada keajaiban dari Allah. Mudah-mudahan saya bertemu dengan anak cucu saya,” ujar ibu kandung korban, Nanik Mardiati  Zarkasi ketika ditemui Super Radio dirumahnya, Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Minggu (10/1/2021).

Perempuan berusia 56 tahun tersebut mengatakan, sebelum keberangkatan ke Pontianak,  putrinya sempat mengirimkan foto di ruang tunggu bandara di Cengkareng.

“Kemarin lusa itu sempat kirim foto Swab test, 2 anak dan 1 pengasuhnya. ‘Ma hasilnya negatif semua’. Besoknya tau-tau kirim foto dua putrinya sudah di ruang tunggu bandara di Cengkareng.  ‘Loh dik pulang sekarang to? berangkatnya jam berapa? 12.45 WIB. Ya udah hati-hati kalau pulang dikabari, saya perkirakan jam 2 landing, saya hubungi sudah nggak bisa,” kata Nanik.

Khawatir tentang keselamatan putrinya, Nanik terus berupaya menghubungi melalui sambungan telepon namun tetap tidak bisa dihubungi. Ia lalu menghubungi telepon menantunya yang saat itu sedang menunggu kedatangan istri dan dua anaknya di bandara Pontianak.

“Akhirnya jam 16.00 WIB saya telepon suaminya, dia kan nggak ikut ke Jakarta. Saya telepon ternyata suaminya sudah berada di bandara berniat untuk menjemput anak istrinya. Tapi suaminya telepon sambil nangis nangis, saya tanya ada apa ini ada apa? dia jawab pesawatnya hilang kontak mama,” ujarnya.

Belakangan diketahui, beberapa waktu lalu sebelum kejadian, Nanik pernah berkunjung ke rumah putrinya untuk menengok kedua cucunya. Apalagi cucunya Fazila Amara mau mendaftar sekolah dasar. Disana ia menginap selama 5 hari. Saat itu dirinya tidak merasakan firasat apa pun.

Hanya saja ia melihat ketika itu Rahmania Eka Nanda terlalu banyak senyum. Ekspresinya terlihat ingin menyenangkan hati ibunya, yang rela berangkat jauh-jauh dari Kediri menuju Jakarta. Setelah 5 hari tinggal di Jakarta, Nanik kemudian memutuskan balik pulang ke Pare, Kediri.

“Dia sempat ngomong, mama jangan buru-buru pulang di Jakarta aja, kesannya itu dia banyak senyum  terlihat ingin menyenangkan saya,” kenangnya. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.