Aktivis Lingkungan Dapati 160 Kilogram Sampah Plastik di Pesisir Kenjeran
SR, Surabaya – Berbekal peralatan clean up (sarung tangan, karung) dan audit sampah, Trash Control Community (TCC) dan mahasiswa Perencanaan Wilayah Kota Institut teknologi 10 November Surabaya (ITS) inisiasi aksi solidaritas peduli pantai melalui kegiatan clean up sampah plastik.
“Sebanyak 60 peserta sedari pagi berkumpul untuk melakukan kegiatan clean up. Clean up dilakukan di kawasan wisata religi Mbah Sumbo pesisir pantai kenjeran Surabaya selama kurang lebih 4 jam dan berhasil mengumpulkan sekitar 50 karung sampah plastik”, ungkap Ziadatur Rizqiyah, mahasiswi pasca sarjana Biologi ITS dan juga sebagai Koordinator Komunitas TCC Surabaya.
50 karung sampah plastik dengan berat 164,5 Kg,berisi sampah jenis styrofoam, sampah plastik unbranded (kresek, sedotan, cup tanpa merek dll), sampah botol/gelas plastic, sampah kain basah, dan sampah sachet
“Tingginya potensi pencemaran di destinasi obyek wisata religi di kawasan pesisir kenjeran Surabaya, menjadi alasan kami melakukan aksi clean up di kawasan tersebut. Pola buruk dalam penanganan sampah plastik yang dilakukan warga sekitar, seperti menjadikan pesisir pantai sebagai tempat sampah ilegal serta masifnya aktivitas membakar sampah seakan menambah beban pencemaran di kawasan pesisir pantai utara Surabaya”. Imbuh Ziadatur Rizqiyah yang akrab dipanggil qiah.

Stephanie koordinator mahasiswa Perencanaan Wilayah Kota ITS Surabaya menuturkan “penting bagi anak muda untuk paham dan peduli terhadap lingkungan. melihat kondisi polusi plastik di kawasan pesisir utara Surabaya secara langsung. Faktanya banyak sampah kiriman dari daerah luar Surabaya terutama dari kawasan madura terdampar dan merusak pemandangan eksotis di kawasan pantai tersebut”.
Sementara itu Koordinator Program Sensus Sampah Plastik BRUIN, Muhammad mengatakan audit sampah memberikan potret kelam lemahnya pengawasan, penegakan hukum dan implementasi regulasi yang dilakukan pemerintah atas lalainya produsen pengahasil plastik menjalankan tanggung jawab lingkungan
“Regulasi pelarangan plastik sekali pakai di kawasan Kota Surabaya nyatanya tidak berdampak serius. Sejauh mata memandang selama perjalan menuju lokasi kegiatan di kawasan pesisir utara Surabaya, masih banyak ditemukan tempat pembuangan sampah ilegal, aktivitas pembakaran sampah plastik, dan juga minimnya fasilitas sampah dropo”, ungkap Kholid.
Kegiatan solidaritas Peduli Pantai kali ini sejalan dengan tujuan SDGS seperti, menjaga kehidupan dalam laut, mengambil tindakan untuk memerangi perubahan iklim, dan membangun kota serta pemukiman inklusif, aman, tangguh dan berkelanjutan. Imbuh Stephanie, lebih lanjut selaku koordinator pelaksana kegiatan menjelaskan bahwa SDGS (suistainable Development Goals) adalah tujuan global yang
ditetapkan PBB dalam memberantas kemiskinan, melindungi planet, dan memastikan bahwa manusia yang hidup didunia layak untuk menikmati lingkungan hidup yang sehat, perdamaian dan kemakmuran. (*/red)
Tags: Aktivis Lingkungan, Bersih bersih pantai, mahasiswa, Pantai Kenjeran, relawan, superradio.id
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





