Agatha Retnosari Ajak Pustakawan Gencarkan Literasi Anak Bangsa

Yovie Wicaksono - 7 July 2022

SR, Surabaya – Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur (Jatim) Agatha Retnosari menggelar Sosialisasi Wawasan Kebangsaan (Wasbang) bertajuk “Peran Penting Pustakawan Sebagai Ujung Tombak Literasi dalam Mencerdaskan Kehidupan Bangsa” pada Kamis (7/7/2022).

“Acara ini sekaligus dalam rangka peringatan Hari Pustakawan Nasional yang jatuh pada hari ini,” kata Agatha.

Dihadiri 125 pustakawan dan pegiat literasi dari berbagai daerah, acara yang bertempat di gedung Widya Kartika itu berlangsung sangat interaktif. 

Agatha menuturkan, tema ini berawal dari keresahannya pada minat baca masyarakat yang rendah. Berdasarkan survey Program for International Student Assessment (PISA) pada tahun 2019, literasi di Indonesia menempati peringkat ke 62 dari 70 negara.

“Faktanya kita semua tahu kita kalau sudah pegang gadget itu lupa semuanya. Gak ada waktu khusus untuk reading time, padahal semua pengetahuan itu datangnya dari membaca,” ujarnya.

Untuk itu, ia mengajak para pustakawan yang merupakan salah satu pintu literasi  anak bangsa untuk terus semangat dan lebih inovatif dalam menggerakan literasi masyarakat. 

“Pustakawan fungsinya tidak hanya mengenalkan literasi tapi juga membantu mengubah mindset anak-anak kita supaya mereka bersedia untuk membaca,” ujarnya.

Sambil menyimak pemaparan narasumber, tak jarang para peserta aktif bertanya dan mengeluarkan uneg-unegnya. Mulai tentang kurangnya perhatian pemerintah pada kesejahteraan pustakawan hingga dibutuhkannya Perda penyelenggaraan perpustakaan.

“Tadi juga ada aspirasi yang muncul misal terkait butuhnya Perda. Menurut saya ini penting untuk kesejahteraan pustakawan, penyelenggaraan perpustakaan yang ada di kabupaten dan memang waktu dulu di Komisi E anggarannya paling kecil,” jelasnya.

Atas hal tersebut, Agatha menyatakan, siap untuk membantu dan mendampingi proses advokasi ke pihak-pihak terkait. 

“Kalau memang mereka membutuhkan advokasi kebijakan untuk Perda, saya siap mendampingi dan menemani meskipun itu bukan di kewenangan saya,” ungkapnya.

“Jadi saya ingin teman-teman tidak patah semangat, karena peran mereka ini penting. Kondisi ini semoga bisa menjadi cambuk untuk menjadi lebih giat,” imbuhnya.

Sementara itu, Pustakawan SMP Nation Star Academy, Agus Ervianto turut menyampaikan apresiasinya. Ia selaku peserta mengaku senang dan bersyukur, karena pustakawan akhirnya diberi ruang untuk menyampaikan realita di lapangan.

“Acara ini sangat menarik. Nah menurut saya perlu ditambah lagi kegiatan seperti ini biar profesi kita pustakawan bisa lebih diperhatikan,” ucapnya. (hk/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.