Usaha Kerajinan Tangan Raup Omzet Jutaan Rupiah Tiap Bulan

Yovie Wicaksono - 7 October 2020
Malahayati, seorang apoteker yang memiliki usaha kerajinan tangan di Kediri. Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Dibalik pengetahuannya tentang segala macam jenis obat-obatan. Siapa yang menyangka jika Malahayati, seorang apoteker memiliki usaha kerajinan tangan yang setiap bulannya beromzet 5-6 juta.

Kemampuan yang dimilikinya saat ini, semuanya ia pelajari sendiri secara otodidak. “Ide awalnya karena dasarnya saya senang kerajinan, terus suka mendekorasi rumah. Terus saya bikin sendiri kemudian iseng-iseng saya posting di Instagram. Teman-teman pada ngelike terus order,” ujar Malahayati.

Ia sudah menggeluti usaha sampingan tersebut sejak lima tahun lalu dan kini sudah memiliki toko di rumahnya sendiri di Desa Sukorejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri.

Selain melayani penjualan di rumahnya, ibu tiga anak ini memasarkan produknya melalui online. Hasil kerajinan tangan yang dibuatnya itu antara lain lukisan kaca (botol), hiasan pintu, hiasan dinding berupa rangkaian bunga dan lain sebagainya. Segala pernak-pernik kerajinan tangan tersebut di pajang hampir disetiap sudut dinding rumahnya.

Seiring bergulirnya waktu, rintisan usaha yang dibangunnya tersebut, ternyata semakin berkembang dan banyak dikenal masyarakat luas.

“Dari mulut ke mulut terus berkembang hingga sekarang ini. Jadi penjualannya sudah sampai ke seluruh Indonesia, mulai dari Aceh sampai Papua,” ujarnya.

Harga kerajinan tangan yang dijual bervariasi, mulai dari Rp 175 ribu hingga Rp 450 ribu. Tergantung ukuran serta bahan aksesoris yang digunakan.

Proses pembuatan kerajinan tangan ini diawali dengan penentuan desain lebih dulu dengan pelanggan terkait keinginannya seperti apa. Bentuk tulisan yang diinginkan, kemudian dilanjut penentuan posisi aksesoris.

Selama proses pembuatan, Malahayati mengaku tidak pernah mengalami kesulitan apa pun, karena semuanya ia kerjakan dilandasi dengan perasaan gembira. Ia juga tidak pernah kesulitan untuk mencari bahan. Semuanya ia beli dari luar negeri melalui sistem online.

“Sebenarnya hampir tidak ada kesulitannya, karena senang. Setiap kali ada proyek baru, itu mikirin desainnya dua sampai tiga hari. Kombinasi warnanya dan selalu bikin senang, semangat, saya merasa hampir tidak mengalami kesulitan,” katanya.

Khusus untuk kerajinan tangan rangkaian bunga, baru ia tekuni selama 1 tahun. Ia menganggap usaha kerajinan tangan yang sudah digelutinya selama beberapa tahun tersebut sangat menjanjikan.

“Orang sekarang lebih suka dekorasi dan tata rumah,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia tidak memungkiri jika pada saat pandemi seperti sekarang, jumlah penjualan agak sedikit menurun, jika dibandingkan sebelumnya. Tetapi hal itu dinilainya masih wajar mengingat sampai sekarang dirinya tetap melayani pesanan dari konsumen.

“Alhamdulillah kalau omzetnya rata-rata 5 sampai 6 juta per bulan. Tahun baru kemarin juga lebaran bisa sampai 10-11 juta,” ujarnya. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.