Tim Dosen Petra Rekacipta Pencatatan Penjualan bagi Pekerja Disabilitas

Rudy Hartono - 26 November 2024
Pekerja difabel di UMKM Tiara Handicraft,  Ahmadi (kanan) dan Alifia Putri Rahmadina (kiri) saat mencoba aplikasi penjualan yang dikembangkan oleh Tim Dosen Petra Christian University. (sumber:antara)

SR, Surabaya  – Petra Christian University (PCU) mengembangkan sistem pencatatan penjualan berbasis teknologi, untuk membantu para penyandang disabilitas yang tergabung dalam UMKM Tiara Handicraft di Sidosermo Indah, Surabaya.

Salah satu dosen yang juga termasuk dalam tim pengembangan teknologi itu, Hendri Kwistianus SE di Surabaya, Senin (25/11/2024) mengatakan, upaya PCU tersebut merupakan solusi inovatif untuk mendukung kemandirian kaum disabilitas.

Ia mengatakan, teknologi itu dikembangkan melalui program Pengabdian Masyarakat yang didukung hibah dari LLDIKTI Wilayah VII dengan melibatkan sekelompok dosen dan mahasiswa dalam mengembangkan sistem tersebut.

“Kami mulai terjun langsung untuk mengetahui kebutuhan para pekerja disabilitas ini sejak bulan Juni 2024 lalu. Pelatihan hari ini Sabtu (23/11/2024) menjadi latihan terakhir sebelum mereka praktik secara langsung untuk menghadapi customer,” kata Hendri.

Sebelumnya, kata dia, para disabilitas dalam melakukan usahanya sejak 28 tahun lalu menggunakan pencatatan secara manual berupa Microsoft Excel yang kemudian dimasukkan secara manual, ini hanya bisa dikerjakan oleh orang yang tidak memiliki keterbatasan.

Tim dosen Petra Christian University saat melakukan survei ke UMKM Tiara Handicraft . (sumber:antara)

Hal itu tentu menimbulkan ketergantungan administrasi yang tinggi pada pemiliknya. “Padahal sebenarnya pemilik bisa lebih fokus ke area strategis untuk memberdayakan sebanyak mungkin kaum difabel, sesuai visi dan misi organisasi yang selama ini dikerjakan,” imbuh Hendri.

Ia menjelaskan, platform yang dikembangkan tim Petra Christian University adalah khusus digunakan untuk kegiatan penjualan.  “Agar lebih ramah disabilitas, tampilan gambarnya kami modifikasi sedemikian rupa sehingga mudah dilihat dan disentuh (image rich). Sementara itu, pengaturan operasionalnya dirancang untuk mempermudah karyawan, khususnya yang tuna rungu,” tambah Hendri.

Salah satu fitur unggulan aplikasi ini, kata dia, adalah kemampuannya untuk menghasilkan laporan penjualan secara otomatis.

Fitur ini sangat membantu UMKM Tiara Handicraft dalam mengelola keuangannya. Ditambah dengan fitur pengingat untuk restock barang, sehingga memastikan ketersediaan produk selalu terjaga.

Sementara itu sang pemilik usaha, Titik, sangat bahagia dengan adanya platform yang ramah pekerja disabilitas ini.  “Para pekerja disabilitas kini dapat dengan mudah mencatat transaksi penjualan, mengelola persediaan barang, dan menghasilkan laporan penjualan secara akurat. Meminimalkan human error juga, jadi bisa meningkatkan efisiensi operasional hingga memberikan transparansi dalam pengelolaan keuangan usaha.  Kini, saya dapat fokus membesarkan UMKM Tiara Handicraft untuk lebih memperluas jangkauan pasarnya,” ucap Titik.

Sementara itu, proyek yang dikerjakan selama kurang lebih empat bulan tersebut merupakan hasil kolaborasi para mahasiswa dengan dosen, yaitu Prof Dr Dra Juniarti MSi Ak, (selaku Ketua Tim), dan anggotanya yakni Hendri Kwistianus SE MM, serta Leo Willyanto Santoso SKom MIT. (*/ant/red)

 

 

Tags: , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.