Sejarah, Filosofi, dan Jenis-jenis Kebaya di Indonesia

Yovie Wicaksono - 27 April 2023

SR, Surabaya – Kebaya merupakan salah satu busana tradisional Indonesia yang sudah ada sejak dahulu. Ketua Perempuan Berkebaya Indonesia (PBI) di Eropa Christiana Dessynta Streiff menjelaskan, nama kebaya diambil dari Bahasa Arab, yaitu Abaya yang memiliki arti jubah atau pakaian longgar.

Menurut penelusuran sejarah, bentuk awal kebaya bermula dari Kerajaan Majapahit. Pada saat itu kebaya kerap dikenakan permaisuri dan selir raja. Sekira abad 15 hingga 16, saat bangsa Portugis datang ke Indonesia, kebaya telah dikenal sebagai pakaian tradisional bangsa Indonesia yang hanya dipakai oleh kalangan priyayi dan bangsawan.

Dalam Keputusan Presiden Nomor 18 Tahun 1972 tentang jenis-jenis pakaian sipil, serta Undang-undang Nomor 9 Tahun 2010 tentang keprotokolan disebutkan perihal kebaya sebagai busana Nasional Indonesia.

Umumnya bentuk busana kebaya menyesuaikan dengan bentuk tubuh perempuan. Hal ini pun dilambangkan sebagai wanita yang dapat menyesuaikan diri dalam berbagai suasana, keadaan, dan budaya dengan lemah lembut serta luwes.

Kebaya umumnya dikenakan dengan paduan bawahan jarik atau kain panjang. Model sederhana tersebut kerap diartikan sebagai tampilan perempuan yang lemah gemulai. Adapun stagen atau ikat pinggang kebaya memiliki arti usus yang panjang. Dalam filosofi Jawa memiliki maksud kesabaran yang tinggi.

Singkatnya, kebaya zaman sekarang memiliki filosofi perempuan yang memiliki tata krama tetapi tetap bebas dalam berekspresi, serta bebas mengembangkan keinginannya tanpa keluar dari pakem budaya Indonesia.

Terdapat banyak jenis kebaya di Indonesia yang memiliki ciri khasnya masing-masing. Mungkin yang paling banyak diketahui ialah kebaya Kartini, yang kerap digunakan oleh Pahlawan Wanita Indonesia, RA Kartini. Kebaya Kartini cenderung tertutup pada bagian depannya. Selain itu, tidak menggunakan kendit, melainkan hanya kancing sampai ke bawah. Ada juga kebaya Kutu Baru, yang memiliki ciri khas penghubung lipatan. Kebaya klasik ini juga tidak mengenakan angkin dan stagen.

Kedua jenis kebaya tersebut merupakan sebagian dari jenis kebaya di Indonesia. Adapun beberapa lainnya seperti Kebaya Noni, Kebaya Encim, Kebaya Nyonya, Kebaya Sunda, Kebaya Minahasa, Kebaya Ambon, hingga Kebaya Basiba. (*/vi/red)

Tags: , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.