Sebanyak 34,2 Persen Pasien Positif Covid-19 di Jatim dari Orang Tanpa Gejala

Yovie Wicaksono - 22 May 2020
Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Covid 19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi didampingi Ketua Rumpun Tracing, dr Kohar saat jumpa pers di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (21/5/2020) malam. Foto : (JNR)

SR, Surabaya – Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Covid-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi, mengingatkan pada masyarakat agar waspada penularan Covid-19 dari orang tanpa gejala (OTG). Pasalnya, pasien positif Covid-19 di Jatim sebesar 34,2 persen berasal dari OTG yang sulit dideteksi karena tak memunculkan gejala sakit.

“Yang berbahaya itu kan orang tanpa gejala atau OTG. Kelihatannya saja tidak sakit. Keluyuran kemana-mana bahkan gak pakai masker tapi bisa menularkan,” jelas Joni di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (21/5/2020) malam.

Menurutnya, OTG di Jatim cukup tinggi sehingga sulit membedakan positif Covid-19 dari OTG dengan orang normal yang tidak terpapar virus. Hal itu bisa diketahui berawal dari hasil rapid test atau tes cepat untuk cek imunitas tubuhnya.

Setelah dinyatakan reaktif atau positif hasil rapid test, selanjutnya di tes swab PCR. Dan hasilnya, kata dia, OTG yang positif cukup banyak sekitar seribuan pasien di Jatim.

Untuk pasien positif dari orang dalam pemantauan (ODP) masih sekitar 12,4 persen. Sedangkan pasien positif dari pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 53,3 persen.

“Kalau PDP dan ODP ini kan sudah bisa dideteksi karena ada gejalanya. Mereka lebih mudah untuk diawasi atau dipantau dan cenderung aman, karena sudah dirawat di rumah sakit atau diisolasi secara mandiri dengan pengawasan,” pungkasnya. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.