Riuh Antusias Simulasi Pengamanan Objek Vital PDI Perjuangan
Instruktur Basarnas Surabaya Johan Saptadi saat memberikan materi Resusitasi Jantung Paru (RJP) pada pertolongan pertama saat terjadi henti jantung pada pelatihan simulasi pengamanan objek vital di Kantor DPD PDI Perjuangan Jatim, Minggu (7/9/2025). (foto: hamidiah kurnia/superradio.id)
Panitia pelatihan menyiapkan tiga drum dengan api berkobar koban untuk dipadamkan oleh peserta pelatihan secara bergiliran di halaman Kantor DPD PDI Perjuangan Jatim, Minggu (7/9/2025). (foto: hamidiah kurnia/superradio.id)
Salah satu peserta praktek memadamkan api dengan karung basah di halaman Kantor DPD PDI Perjuangan Jatim, Minggu (7/9/2025). (foto: hamidiah kurnia/superradio.id)
Salah seorang Satgas PDI Perjuangan praktek menggunakan APAR untuk memadamkan api dalam pelatihan simulasi pengamanan objek vital di Kantor DPD PDI Perjuangan Jatim, Minggu (7/9/2025). (foto: hamidiah kurnia/superradio.id)
SR, Surabaya – Pelatihan simulasi pengamanan objek vital oleh DPD PDI Perjuangan Jatim bersama Badan SAR Nasional (Basarnas) Minggu (7/9/2025) sore, berlangsung intens. Usai mendapat paparan materi terkait metode penyelamatan, para peserta langsung diajak ke halaman kantor yang sudah disulap layaknya arena rintangan. Ditempatkan 3 drum berisi kobaran api.
Di sana para peserta dilatih cara menanggulangi kebakaran yang sudah diajarkan. Mereka dihadapkan tiga situasi yakni cara memadamkan kobaran api menggunakan karung goni, pemakaian Alat Pemadam Api Ringan (APAR), hingga penanganan molotov.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDI Perjuangan Jatim dr Bayu Utoro mengatakan, kegiatan ini merupakan agenda rutin tiap tahun, dan PDI Perjuangan menjadi partai pertama yang aware terhadap kerentanan penyelamatan objek vital.
Untuk mendukung pelatihan, total pihaknya memakai sekira 40 liter bensin, 30 tabung Alat Pemadam Api Ringan (APAR) ukuran 6 kilogram, beberapa safety helm, dan sarung tangan untuk hampir 100 peserta. “Ada juga pelatihan strategi menghadi kerusuhan, jadi teman teman satgas dan karyawan bisa, karena ketika ada yang serangan masuk sudah siap,” ujarnya.
Reaksi peserta pelatihan beragam. Ada yang tak sabar ingin mencoba, ada pula yang ragu-ragu dan takut saat posisi mereka makin dekat dengan sumber api. Salah satunya Biro Seni Tradisional dan Modern BKN Jatim, Noniati. Ia mengaku antusias dan senang mengikuti pelatihan tersebut.
“Pelatihan ini berguna sekali, saya jadi tahu cara dan lebih siap mengatasi jika ada kebakaran di kantor atau di rumah. Selain itu instruktur pak Johan (dari Basarnas –Red) enak pembawaannya, jadinya saya gak takut buat mencoba, yang penting kita ikutin arahan instruktur,” tuturnya.
Selaras, Satgas DPC PDI Perjuangan Sidoarjo, Nunik mengungkapkan hal serupa. Ia yang baru pertama kali ikut pelatihan merasa senang mendapat ilmu penyelamatan korban dan kebakaran. Ia berharap kedepan bisa mengikuti ada pelatihan kebencanaan lainnya.
” Akhirnya saya jadi tahu. Ini baru pertama kali ikut, yang paling suka sesi memadamkan api kita bisa langsung praktek, pengennya nanti ada pelatihan kebencanaan banjir juga,” usulnya. (hk/red)
Tags: Basarnas, mitigasi kebakaran, pdip jatim, simulasi, superradio.id
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





