Risma Wajah Partai Pro Rakyat, Berani Tolak Program Impor Beras

Rudy Hartono - 29 October 2024
Cagub dan Cawagub Jatim Tri Rismaharini dan Gus Hans hadiri konsolidasi pemenangan yang dipimpin Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, di DPD PDI Perjuangan Jatim, Surabaya, Selasa (29/10/2024). (foto:hamidiah kurnia/superradio.id)

SR, Surabaya – Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menggenjot semangat kader untuk memenangkan Risma-Gus Hans di Pilgub Jatim 2024.

Hal tersebut ia sampaikan saat membuka rapat konsolidasi internal pemenangan bersama segenap pengurus partai di DPD PDI Perjuangan Jatim, Selasa (29/10/2024).

“Kami percaya, kita bergandengan tangan seperti kekuatan Soekarnois, kita buktikan 27 November (pemungutan suara Pilkada serentak –Red), kader banteng membuat kejutan, merubah peta politik Indonesia, menangkan Risma-Gus Hans,” ajaknya.

Hasto mengatakan, peluang menang paslon nomor urut tiga tersebut sangat besar. Elektabilitas yang meningkat pasca debat perdana menunjukan kepercayaan rakyat pada visi misi Risma-Gus Hans.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto konsolidasi pemenangan Risma-Gus Hans bersama segenap pengurus partai di DPD PDI Perjuangan Jatim, Surabaya, Selasa (29/10/2024). (foto:hamidiah kurnia/superradio.id)

Terlebih, Risma adalah figur sederhana, wajah partai yang sangat pro kepada rakyat. Ketika melihat rakyat diperlakukan tidak adil, Risma adalah orang yang paling sigap mengurusnya. “Bu Risma itu dipilih bu Mega karena bu Risma nanti yang jadi wajah partai yang berpihak ke rakyat miskin,” tuturnya.

“Ketika Bu Mega cerita ada orang miskin di kolong jembatan, Bu Risma langsung berbinar. Bagaimana rakyat miskin mendapat perlakuan tidak menyenangkan, Bu Risma mengurus itu, membantu rakyat miskin,” imbuhnya.

Untuk itu, ia meminta semua anggota partai bergerak. Mulai dari ranting, sayap, badan partai, DPRD, hingga lingkup DPR harus sejalan untuk memenangkan Risma-Gus Hans di seluruh wilayah.

Buktikan semangat soekarnois, mampu mengubah peta politik nasional. Lewat perjuangan di Jawa Timur, PDI Perjuangan mampu mengubah peta politik nasional dan melawan ketidakadilan yang terjadi.

Opportunity itu sangat tinggi, maka kita akan membuat sejarah. Ini bukan untuk pemenangan bu risma dan gus hans, ini untuk marwah partai. Sekali peta jatim berubah maka berubahlah peta politik indonesia,” sebutnya.

Impor Beras Rugikan Negara

Sementara itu, Calon Gubernur Jatim Tri Rismaharini turut menceritakan pengalamannya. Ia mengaku, dirinya bukanlah tipe pemimpin yang mengandalkan uang, melainkan gagasan. “Insya Allah, saya memang tidak punya uang tapi saya punya program,” ungkapnya.

Risma pun bercerita, bagaimana sulitnya melawan oligarki hingga kebijakannya dibatasi, contohnya kebijakan impor beras. Ketika menjadi menteri sosial, ia adalah orang yang paling vokal menyuarakan ketidaksetujuannya ke presiden, hingga kebijakan tersebut akhirnya dialihkan ke badan pangan.

“Saat jadi menteri sempat saya minta mundur ke pak Jokowi hanya karena saya nolak impor beras, itu saya lakukan. Akhirnya kenapa beras itu dipindah ke badan pangan karena saya gak mau, kerugiannya 8 triliun,” ungkapnya.

Usai mendengar perjuangan tersebut, seluruh peserta konsolidasi pun trenyuh. Sekretaris PDI Perjuangan Jatim Sri Untari Bisowarno pun berharap, seluruh kader mampu memaksimalkan dukungan dan gerakan untuk memenangkan pasangan calon (paslon) yang diusung PDI Perjuangan itu.

Pihaknya pun akan memetakan masing-masing badan untuk menggerakan suara di akar rumput. “Dari kehadiran pak Sekjen dan cerita bu Risma, maka makin menambah semangat untuk menyelesaikan misi kita di pilgub jatim. Kita tidak sendirian, mari kita berjuang untuk hal itu, memenangkan Risma-Gus Hans,” pungkasnya. (hk/red)

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.