Ribuan Warga Muhammadiyah Surabaya Salat Idul Fitri di 104 Lokasi
SR, Surabaya – Ribuan warga persyarikatan Muhammadiyah memadati Jalan Pahlawan, Bubutan, Surabaya, untuk melaksanakan Salat Idulfitri 1447 Hijriah yang telah ditetapkan jatuh pada Jumat (20/3/2026).
Sejak sebelum pukul 06.00 WIB, jemaah Salat Idulfitri sudah mulai memenuhi Jalan Pahlawan. Sebagian dari mereka datang dengan berjalan kaki, bersepeda motor, hingga menggunakan mobil yang memadati ruas jalan di sekitar kawasan Tugu Pahlawan tersebut.
Lantunan takbir memggema dan bersahut-sahutan di antara barisan jemaah yang berdatangan untuk melaksanakan Salat Idulfitri.
Sejumlah petugas Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) juga terlihat sigap membantu jemaah agar tetap rapi dan nyaman.
Dalam Salat Idulfitri di Tugu Pahlawan ini, yang bertugas menjadi imam yakni Ustad Fauzan, sedangkan khatib yakni Ustad Thoat Stiawan. Selama berlangsungnya salat, suasana menjadi penuh kekhusyukan sejak takbiratul ikram dilantunkan.
Thoat Stiawan khatib membawakan khutbah tentang konstruksi peradaban fitrah melalui sinergi pilar sosial dan integritas loyalitas global di era disrupsi.
Sebelumnya, M. Ridlwan Ketua PDM Kota Surabaya mengatakan bahwa selain di Jalan Pahlawan, Salat Idulfitri 1447 Hijriah oleh Muhammadiyah di Surabaya juga diadakan di sejumlah titik lainnya, yang totalnya ada sebanyak 104 titik.

Jumlah titik pelaksanaan tahun ini sedikit meningkat dibandingkan tahun lalu. Jika pada Idulfitri sebelumnya terdapat 102 titik, maka tahun ini bertambah menjadi 104 titik. “Jadi kita Surabaya itu kisaran antara 100 sampai 110. Dan alhamdulillah untuk tahun ini 104,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyatakan pentingnya tetap menjaga persatuan dan ketertiban, seiring dengan adanya perbedaan penetapan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah antara Muhammadiyah, pemerintah dan Nahdlatul Ulama (NU).
Selain itu, pihaknya juga mengimbau seluruh panitia untuk tetap menjaga kondusivitas, karena pelaksanaan Hari Raya Idulfitri juga berdekatan dengan perayaan Hari Nyepi pada 19 Maret.
“Jadi insyaallah kekhusyukan yang kita utamakan daripada katakanlah nanti dikhawatirkan menimbulkan persoalan, baik dengan agama lain maupun sesama Islam,” pungkasnya. (*/red)
Tags: idul fitri, muhammadiyah, superradio.id, surabaya
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





