Ribuan Pencari Kerja Padati Job Fair Assik di Surabaya
SR, Surabaya – Ribuan pencari kerja menyerbu Bursa Kerja ASSiK (Arek Suroboyo Siap Kerjo) di Gedung Wanita Candra Kencana, Jalan Kalibokor Selatan, Surabaya, Selasa (25/7/2023).
Bursa kerja yang digelar oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP), dan Universitas Kristen Petra ini bertujuan untuk mengurangi angka pengangguran, yang diikuti 50 perusahaan dengan menyediakan sekira 2.500 lowongan kerja di dalam dan luar negeri.
Sebanyak 50 perusahaan menyediakan lowongan dalam Bursa Assik kali ini. Perusahaan tersebut 3 di antaranya adalah dari luar negeri yaitu Jepang, Korea, dan Jerman yang menyediakan 100 peluang pekerjaan, dan 47 lainnya adalah Surabaya dan sekitarnya, yang membuka 1.023 peluang pekerjaan.
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker), Achmad Zaini menjelaskan, para pelamar mulai Selasa (25/7/2023) hingga Rabu (26/7/2023) bisa mendaftarkan diri melalui online. Mereka dapat mengisi sejumlah data – data dan curriculum vitae dalam aplikasi tersebut.
“Dalam bursa kerja tersebut, sebanyak 1.117 lebih untuk pencari kerja yang hadir dalam acara ini. Sekira 50 perusahaan membuka lowongan yang ada di dalam maupun di luar negeri,” kata Zaini.
Sementara itu, dalam sambutannya, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, acara ini merupakan salah satu strategi Pemkot dalam menekan angka pengangguran dan mengentaskan kemiskinan di Kota Pahlawan.
“Bahwa Bursa Kerja ASSiK (Arek Suroboyo Siap Kerjo) diperuntukkan khusus bagi arek – arek Surabaya, sebabnya dapat mempertemukan para pencari kerja dengan memberikan lapangan pekerjaan,” kata Eri.
Acara ini juga diisi berbagai kegiatan lain, di antaranya tes minat karir, workshop cara pembuatan CV serta pembuatan profile Linkedin menarik hingga workshop dan rekrutmen La Tulipe & Dr. Mobil.
“Pemkot secara konsisten memberikan semangat untuk menggerakkan ekonomi, mengurangi kemiskinan dan pengangguran. Apalagi, kita punya banyak partner dari berbagai macam perusahaan membuka lapangan pekerjaan dengan berbagai pelatihan untuk anak muda terlebih saat melihat ribuan pencari kerja yang turut hadir,” kata Eri.
Dengan berbagai intervensi ini, Eri Cahyadi menargetkan angka pengangguran bisa terus ditekan tahun ini. Apalagi, sekarang tren pengangguran di Surabaya menunjukkan penurunan beberapa tahun terakhir.
“Dalam Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Surabaya pada tahun 2022 masih di angka 7,62 persen. Angka tersebut turun dibanding 2021 (9,68 persen),” ujarnya.
Namun, angka tersebut masih di atas TPT sebelum pandemi, yaitu sekitar 5,76 persen di tahun 2019. Karenanya, tahun ini diharapkan angka tersebut dapat terus ditekan.
“Tahun ini harus kembali turun. Setelah sembilan koma sekian persen kemudian turun menjadi tujuh koma sekian (tahun lalu), saat ini sudah enam koma sekian,” jelasnya.
“Hal yang paling terpenting yaitu kemiskinan pada kota Surabaya juga harus turun drastis. Selain itu, dengan menggandeng perusahaan, dan juga dengan melalui pelatihan – pelatihan kerja dan padat karya,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Dharma Wanita Surabaya, Shinta Setia Ikhsan menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk mempertemukan pencari kerja dan perusahaan yang membuka lowongan kerja.
Sesuai arahan dari Wali Kota Surabaya, lanjutnya, Bursa Kerja ASSiK diharapkan bisa berkontribusi dalam mengurangi angka pengangguran dan keluarga miskin (gamis) di Kota Pahlawan.
“Kegiatan ini juga untuk menyalurkan lulusan SMP, SMA, SMK, Sarjana dan Magister yang baru lulus di pertengahan tahun 2023,” jelas Shinta. (ag/red)
Tags: Eri cahyadi, Job Fair Assik, pemkot surabaya, pencari kerja
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.







