Rela Lelang Motor Klasik, Demi Warga Terdampak Covid-19

Yovie Wicaksono - 11 August 2021
Motor Klasik Milik Sekretaris Satpol PP Kota Kediri yang Dilelang untuk Bantu Warga Terdampak Pandemi Covid-19. Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Prihatin akan kondisi perekonomian masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menjabat sebagai Sekretaris Satpol PP Kota Kediri rela melelang sepeda motor klasik miliknya senilai puluhan juta rupiah untuk disumbangkan.

Sekretaris Satpol PP Kota Kediri, Nurkamid mengatakan, selain karena sikap peduli, kegiatan sosial yang ia lakukan juga termotivasi karena adanya arahan dari pemerintah agar para ASN bersedia  membantu masyarakat sekitar yang kurang mampu.

Jika kendaraan tuanya laku terjual, nantinya uangnya akan dibelikan paket sembako untuk dibagikan kepada warga kurang mampu.

“Selain bertujuan untuk sosial, saya termotivasi atas imbauan arahan pimpinan, baik Wali Kota, Gubernur maupun Pak Presiden dimana para ASN diajak untuk peduli terhadap sesama,” katanya, Selasa (10/8/2021).

Pemilik kendaraan yang juga salah satu anggota Komunitas Joyoboyo Antik Club (JMAC) Kediri itu melalang sepeda motornya melalui akun pribadi Facebook yang diposting  sejak 6 Agustus 2021 dengan batas lelang pada 16 Agustus 2021, pukul 16.00 WIB.

“Kendaraan yang saya lelang ke media sosial jenis Puch tahun 1955 cc 175, produksi Austria. Saya beli tahun 2015 dari salah seorang warga yang tinggal di kawasan Kampung Inggris, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, seharga  Rp 35 juta. Kalau sekarang standar harga di pasaran bisa Rp 40-50 juta,” ujar Mantan Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum Satpol PP tersebut.

Sejak diposting di Facebook beberapa waktu lalu, sudah ada beberapa orang yang serius menghubungi dan menyampaikan ketertarikannya, terutama dari luar daerah.

“Kemarin sudah ada yang sempat telepon dari Yogyakarta,” kata pria yang gemar mengoleksi motor tua sejak tahun 1993 ini. Bahkan sekarang, ia masih menyimpan sejumlah unit kendaraan tua, di rumah.

Nurkamid sadar, jika motor klasik yang ia lelang ini pangsa pasarnya sangat terbatas dan biasanya lebih condong  diburu oleh kolektor serta komunitas pecinta kendaraan tua.

“Mudah mudahan ya nanti ada orang yang peduli, yang bersangkutan dapat koleksi sepeda motor. Sementara yang saya angan-angan, bisa terwujud untuk membantu masyarakat terdampak pandemi Covid-19,” harap pria yang pada 28 Agustus 2021 mendatang, berusia 55 tahun ini. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.