Ragukan Kualitas PDAM Surabaya, Buleks Ungkap Banyak Pelanggan Beli Air Galon

Yovie Wicaksono - 5 February 2026
Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya, Budi Leksono di ruang kerjanya. (foto: anton/superradio.id)

SR, Surabaya – Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya, Budi Leksono berharap kandidat calon direksi Perumda Air Minum (Perumdam) Surya Sembada Kota Surabaya 2026 adalah sosok yang kreatif dan inovatif.

Salah satu problem yang dikemukakan masyarakat adalah kualitas air PDAM yang diragukan kelayakan konsumsi. Meski air Perumdam tersedia di rumah warga Surabaya, namun masih banyak pelanggan yang membeli air kemasan galon atau air bersih isi ulang untuk keperluan memasak atau air untuk diminum.

“Fakta ini menunjukkan masih ada keraguan atau ketidakpercayaan pelanggan akan kualitas air Perumdam yang tersalurkan ke rumah-rumah warga. Mereka masih membeli air galon untuk memasak atau minum, sehingga beban biaya pengeluaran warga bertambah dan juga pemborosan,” ungkap Budi Leksono atau yang akrab disapa Buleks kepada Super Radio, Kamis (5/2/2026)..

Keraguan pelanggan akan kualitas air Perumdam, mungkin karena pelanggan ragu akan sumber air Perumdam  yang berasal dari pengelolaan air sungai. Jika anggapan pelanggan keliru soal kualitas air, maka keraguan itu timbul karena kurangnya sosialiasi atau edukasi akan tekologi pengelolaan air bersih Perumdam kepada pelanggan.

“Menjawab masalah itu, maka diperlukan direksi Perumdam yang visioner mempunyai visi, misi, dan program yang jelas untuk penyediaan air bersih atau air minum perkotaan di masa depan,” tandas Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya itu.

Buleks, mengingatkan Pemkot Surbaya punya keinginan kuat menjadikan kota Surabaya sebagai kota dunia. Harapannya kandidat direksi Perumdam bisa  mentransformasi visi itu menjadi program kongkret. Terlebih perolehan pendapatan PDAM tergolong sudah cukup tinggi. “Saya kira untuk menjadi perusahaan modern, direksi Perumdam tidak hanya berpikir soal PAD (pendapatan asli daerah) tapi juga memberikan layanan 100 persen yang memuaskan bagi pelanggan. Saya berharap akan muncul kandidat yang punya program-program inovatif dan kongkret, ” harap Buleks.

Masalah pelayanan lain yang juga dinilai belum efisien di antaranya masih digunakannya pegawai atau personel untuk mencatat meteran warga. Padahal dengan perkembangan teknologi, dimungkinkan adanya digitalisasi dalam pencatatan konsumsi air bersih. “Perumdam masih memerlukan tenaga kerja untuk mencatat meteran, apa bisa dibuatkan sistem pencatatan penggunaan air secara online, pelanggan bisa langsung bayar sehingga tidak perlu ada petugas pencatatan lagi,” cetus politisi berkacamata minus dan rambut gondrong itu.

Pansel Tolak Calon Direksi Titipan

Terkait pelaksanaan seleksi, Buleks minta panitia seleksi (pansel) calon direksi Perumdam bekerja profesional dan tidak memberi ruang bagi pihak-pihak luar untuk intervensi.

“Pansel harus bekerja profesional, tidak boleh ada titipan-titipan. Pokoknya, jangan sampai pansel membuat blunder. Artinya peserta yang tidak kredibel, tidak inovatif, dan tidak paham manajemen pelayanan air mendapatkan prioritas,” tegasnya.

Mengantisipasi itu, Komisi B akan terus memantau dan mengawal proses seleksi ini dengan ketat. Sebab, Perumdam Surya Sembada adalah aset Pemkot Surabaya yang selama ini memberikan sumbangan untuk pendapatan asli daerah (PAD) cukup baik.

Menurut Buleks, tahapan seleksi ini menjadi catatan dan fokus pengawasan Komisi B DPRD Surabaya. “Sekali lagi, semoga tidak ada istilah calon titipan atau orang-orang yang mendapatkan prioritas. Masyarakat nanti bisa menilai bahwa calon yang terpilih benar-benar diakui dan layak menjadi pimpinan di Perumdam Surya Sembada. Ke depan, jajaran direksi baru harus lebih baik lagi dari sebelumnya,” tuturnya.

Sekadar diketahui, sebanyak 23 peserta dinyatakan lulus seleksi psikotes anggota Direksi Perumda Air Minum Surya Sembada Kota Surabaya 2026. Rinciannya, rinciannya 5 orang berkompetisi untuk kandidat Direktur Utama;  5 orang berkompetisi untuk posisi Direktur Operasi; dan 13 orang perebutkan Direktur Pelayanan. Selanjutnya mereka diwajibkan mengikuti ujian tertulis, focus group discussion (FGD), dan presentasi makalah rencana bisnis Perumda Air minum. (ton/red)

 

 

 

 

Tags: , , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.