Puti Guntur Soroti Penggunaan Bahasa Indonesia di Tengah Globalisasi dan Kemajuan Teknologi

Yovie Wicaksono - 4 May 2023

SR, Surabaya – Anggota Komisi X DPR RI, Puti Guntur Soekarno menyoroti penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar di tengah globalisasi dan kemajuan teknologi.

Situasi saat ini, jelas Puti, sangat memengaruhi perubahan perilaku masyarakat, termasuk dalam penggunaan bahasa Indonesia.

“Kita harus mengakui, dewasa ini penggunaan bahasa Indonesia memprihatinkan. Banyak istilah di ruang publik yang seharusnya menggunakan bahasa Indonesia malah diabaikan dan justru menggunakan bahasa asing seperti e-money, lalu nama makanan,” ujar Puti dalam acara Sosialisasi Pengutamaan Bahasa Negara Bagi Penutur Terbina di Surabaya, Kamis (4/5/2023).

Menurutnya, saat ini banyak anak muda yang lupa berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Mereka justru merasa lebih bangga menggunakan bahasa asing maupun bahasa gaul atau slang.

“Banyak anak muda kita yang gagap dan tidak paham saat diajak berbicara menggunakan bahasa Indonesia dan lebih bangga, fasih menggunakan bahasa asing, apalagi di kota-kota besar, ini kan memprihatinkan,” katanya.

Puti mengatakan, setiap warga negara memiliki tanggung jawab untuk menghargai bahasa persatuan dan bahasa nasional, yakni bahasa Indonesia.

Sebagai orang tua, lanjutnya, yang merupakan tempat pendidikan pertama bagi anak, harusnya bisa mengajarkan dan menanamkan kebanggaan terhadap anak untuk berbahasa Indonesia yang baik dan benar.

“Ini menjadi tugas bersama. Perjuangan negara ini bukan hanya melalui angkat senjata, tapi juga diplomasi, lewat kalimat, kesusastraan, pidato dengan menggunakan kata dan bahasa yang hebat, sehingga bisa menggerakkan rakyat dan melawan penjajah untuk mewujudkan kemerdekaan. Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, menjadi salah satu bentuk penghargaan kita kepada para pejuang bangsa,” tegasnya.

Dalam banyak kesempatan, Puti lebih memilih menyampaikan paparan ataupun pidatonya dalam menggunakan bahasa Indonesia yang kemudian baru diterjemahkan dalam bahasa asing saat di forum formal di lingkup internasional. Hal itu sebagai wujud kebanggaan sekaligus jati diri sebagai bangsa Indonesia.

“Ini lebih kepada kebanggaan menggunakan bahasa nasional kita. Seperti Bung Karno yang fasih berbahasa Inggris maupun bahasa asing lainnya, tapi dalam menggerakkan masyarakat, dan banyak kesempatan, Bung Karno lebih memilih menggunakan bahasa Indonesia untuk menggerakkan rakyat,” ujarnya.

Ia pun kembali mengingatkan pesan Bung Karno, yakni “gunakanlah bahasa Indonesia, pelajarilah bahasa Inggris (bahasa internasional), dan peliharalah serta lestarikanlah bahasa daerah”. (fos/red)

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.