Puan Ingin Pendekatan Humanis, Hadapi Warga yang Nekat Mudik Lebaran

Yovie Wicaksono - 5 May 2021
Terminal Purabaya Tampak Sepi, Sabtu (1/5/2021). Foto : (Super Radio/Nirwasita Gantari)

SR, Cirebon – Ketua DPR RI Puan Maharani meminta petugas di lapangan bekerja tegas tapi humanis saat menghadapi warga yang nekat mudik di masa pelarangan mudik Lebaran tahun ini. Ia juga meminta koordinasi seluruh pihak terkait dilakukan dengan baik untuk menghasilkan persepsi yang sama dalam pelaksanaan larangan mudik Lebaran.

“Situasi dan dinamika di lapangan kita berhadapan dengan orang yang ngotot mau pulang. Bagaimana menerapkan di lapangan, tetap disiplin dan humanis, bisa menguatkan keengganan masyarakat untuk mudik,” kata Puan, dalam Rapat Koordinasi Kesiapan Posko Pengendalian Transportasi pada masa Idul Fitri 1442 H, di Mapolresta Cirebon, Rabu (5/5/2021).

Sekadar informasi, berdasarkan data Korlantas, perkiraan pemudik dari Jabodetabek dan Banten menuju Jawa dan Sumatra mencapai tiga juta orang. Dari jumlah perkiraan tersebut, pemudik paling banyak menuju Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur, yang didominasi pengendara mobil pribadi (34,5 persen).

Operasi Ketupat untuk peniadaan mudik akan dilakukan pada 6-17 Mei 2021, dengan titik penyekatan dari Lampung sampai Denpasar.

Dalam rakor ini hadir juga Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Istiono beserta jajaran. Diawali paparan dari Kakorlantas Polri Irjen Istiono tentang kesiapan Polri dalam pelarangan mudik Lebaran 2021. Disebutkan, Korlantas Polri akan membangun 381 titik penyekatan, dan 158 titik penyekatan di antaranya adalah di Jawa Barat, sebagai bukti serius meniadakan mudik Lebaran tahun ini.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Istiono sama-sama mengapresiasi pengawasan yang dilakukan Puan Maharani. Pengawasan, perhatian, dan masukan dari DPR RI sangat diperlukan demi kesuksesan pelaksanaan pelarangan mudik dan penambah semangat aparat yang bertugas di lapangan.

“Terima kasih ke Bu Puan secara langsung memantau Jawa Barat. Ini memotivasi kita dalam bertugas. Terima kasih untuk masukan dan arahan, terutama tentang santun dan tegas dalam pelarangan mudik,” ujar Istiono. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.