PT Petrokimia Gresik Salurkan Bantuan Korban Gempa NTT

Rudy Hartono - 22 August 2026
Relawan Bakti BUMN 2026 menyalurkan bantuan kebutuhan dasar kepada warga terdampak gempa bumi NTT, Jumat (21/8/2026). (foto: humas petrokimia gresik)

SR, Gresik – PT Petrokimia Gresik (Persero) (PTPG), melalui program Relawan Bakti BUMN menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan berupa kebutuhan dasar (basic needs) senilai Rp 75 juta, Jumat (21/8/2026).

Bantuan disalurkan melalui Relawan Bakti BUMN secara bertahap mulai 16 hingga 19 Agustus 2026 ke sejumlah wilayah terdampak bencana gempa bumi.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob menyampaikan rasa empati kepada seluruh masyarakat terdampak gempa bumi di NTT. Bantuan disalurkan sehari setelah bencana. Sebagai bentuk respons cepat terhadap kebutuhan masyarakat yang tengah menghadapi kondisi darurat. Adapun bantuan yang disalurkan berupa beras, gula, minyak goreng dan selimut.

“Bantuan kami distribusikan bersama PT Pupuk Indonesia. Penyalurannya dilakukan secara bertahap. Saat ini berupa kebutuhan dasar yang dibutuhkan masyarakat pada masa tanggap darurat. Kami berharap, bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat terdampak,” kata Daconi dalam rilis Humas PTPG.

Lebih lanjut Daconi menambahkan, PTPG bersama PT Pupuk Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT. Kegiatan yang melibatkan Relawan Bakti BUMN tersebut semula difokuskan pada pemberdayaan masyarakat dan pengembangan sektor pertanian melalui program Tani Maju Makmur Sejahtera (TAJUMASE ).

Namun, bersamaan dengan pelaksanaan program, gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, NTT pada Sabtu (15/8/2026). Situasi tersebut membuat fokus kegiatan disesuaikan, dari agenda pemberdayaan menjadi dukungan tanggap darurat bagi masyarakat terdampak gempa.

“Program ini awalnya disiapkan untuk mendorong pemberdayaan masyarakat, khususnya di sektor pertanian. Namun, ketika terjadi bencana, kebutuhan masyarakat tentu menjadi prioritas. Kami bersama Pupuk Indonesia dan Relawan Bakti BUMN menyesuaikan program, agar kehadiran kami di NTT memberikan manfaat yang paling dibutuhkan masyarakat saat ini,” imbuhnya.

Menurut Daconi, langkah tersebut bagian dari komitmen PTPG melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) untuk memberi manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk ketika menghadapi kondisi darurat.

“NTT memang jauh dari Gresik, tetapi jarak tidak menjadi penghalang bagi kami untuk menunjukkan kepedulian. Kami ingin masyarakat terdampak merasakan bahwa mereka tidak sendiri dalam menghadapi musibah. Ada semangat gotong-royong dan dukungan dari Petrokimia Gresik bersama Pupuk Indonesia untuk membantu melewati masa sulit ini,” katanya.

Oleh karena itu, Daconi berharap, kondisi di wilayah terdampak segera pulih, sehingga masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitasnya.

“Semoga seluruh masyarakat NTT diberi kekuatan dan ketabahan, para korban yang terluka segera pulih, serta kondisi di wilayah terdampak segera membaik sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas seperti biasa,” tambahnya.

Diketahui, gempa bumi kuat mengguncang NTT pada Sabtu (15/8/2026) dan menimbulkan dampak di sejumlah wilayah. Data BNPB per Senin (17/8/2026), gempa tersebut menyebabkan 53 orang meninggal dunia dan 135 orang luka-luka. Korban tersebar di sejumlah Kabupaten, termasuk Manggarai dan Manggarai Timur.

Selain itu, BNPB mencatat, 914 rumah rusak berat, 126 rusak sedang dan 317 rusak ringan. Kerusakan juga terjadi pada 93 fasilitas pendidikan, 36 fasilitas kesehatan dan 38 kantor Pemerintah, sementara lebih dari 5.000 warga harus mengungsi. (giy/red).

 

Tags: , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.