Porter Stasiun, Upah Berdasar Ikhlas Penumpang

Yovie Wicaksono - 23 June 2022
Porter di Stasiun Surabaya Gubeng. Foto : (Super Radio/Fena Olyvira)

SR, Surabaya – Melandainya Covid-19, menjadi berkah tersendiri bagi porter atau penyedia jasa angkut barang di stasiun.

Salah satu porter di Stasiun Surabaya Gubeng, Suwito (66) mengatakan, ramainya penumpang yang menggunakan jasanya sudah dirasakan pada arus mudik tahun ini.

Ia bersyukur dengan kondisi saat ini. “Alhamdulillah sudah membaik, bisa mencukupi kebutuhan anak istri. Dua tahun kemarin itu parah, pernah pulang tidak bawa uang sama sekali,” ujar bapak dua anak dan tiga cucu yang tinggal di Gubeng Masjid, Surabaya ini.

Pria yang sudah berprofesi sebagai porter selama 10 tahun ini, dalam satu hari, bisa mendapatkan dua hingga tiga pelanggan. Hanya dengan 20.000 hingga 30.000 rupiah, pelanggan bisa memanfaatkan jasanya.

Mengingat usia yang tak lagi muda, Suwito rutin mengonsumsi jamu agar kesehatannya terpelihara dan memulihkan tenaganya pasca membawa barang bawaan penumpang.

“Ya semoga bisa diberi sehat terus biar bisa mencukupi istri dan anak saya. Kondisi juga terus membaik,” katanya.

Sementara itu, Koordinator Paguyuban Porter Stasiun Surabaya Gubeng, Tri Pujiono (31) menyebut ada 54 porter yang terbagi menjadi dua grub berdasarkan nomor punggung kecil (1-28) dan nomor punggung besar (29-56).

“Sistemnya shift, ada grub nomor punggung kecil dan besar. Tukar shiftnya jam 10 siang biasanya. Saya mewakili grub nomor besar,” kata pria yang juga sudah 10 tahun menjadi porter.

Porter ini berasal dari Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto dan Jombang. Agar tidak berebut pelanggan, dilakukan penerapan sistem antrean pada area keberangkatan kereta. Sedangkan untuk area kedatangan penumpang, dalam satu gerbong kereta terdapat 2-3 porter yang siap melayani.

“Tapi ya tetap rezeki-rezekian,” katanya.

Tak jarang juga para porter selama melayani pelanggan tidak mendapatkan upah apapun. Namun mereka dengan ikhlas merelakannya. Berapapun upah yang diberikan pelanggan, tetap diterima.

“Umumnya kan sekali angkut itu Rp 20.000-30.000, tapi kalau ada yang memberi Rp 10.000 ya kita terima. Bahkan ada yang gak bayar, kayak anak-anak kuliah. Mungkin mereka tidak tahu porter, dikiranya kita pegawai yang membantu membawakan barang tanpa dibayar. Sering itu. Sampai atas kereta bilang terima kasih saja, ya kita bilang sama-sama lalu turun lagi. Ikhlas saja, mungkin dia tidak tahu,” katanya sambil tersenyum.

Porter ini tak diperbolehkan memaksa, menarik tarif lebih tinggi, atau memeras para penumpang kereta api yang menggunakan jasanya. Apabila hal tersebut terjadi, pelanggan bisa melaporkannya ke pihak stasiun dan bisa mendapatkan peringatan.

Untuk mengantisipasi hal ini, setiap porter yang bertugas tercatat di Stasiun Surabaya Gubeng dan dilengkapi seragam berwarna hijau dan biru dengan nama di bagian depan baju dan nomor punggung di belakang seragamnya.

Sebagai Koordinator Paguyuban, Pujiono bertugas sebagai penghubung porter dan pihak stasiun.

“Kita bukan pegawai KAI, hanya paguyuban dan pihak KAI memberi wadah kita untuk bekerja disini. Kami juga rutin mendapatkan sosialisasi atau pembinaan dari pihak stasiun,” katanya.

Disisi lain, Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif mengatakan, porter menjadi mata rantai dari pelayanan KAI yang menyediakan jasa untuk membawakan barang-barang bawaan para penumpang, baik naik maupun turun dari kereta api.

Oleh karena itu, dalam menjalankan kegiatannya, para porter ini dalam pengawasan kepala stasiun.

Tak hanya itu, porter juga mendapatkan pembinaan secara rutin dua minggu sekali maupun insidentil seperti jelang arus mudik atau balik.

“Karena mereka garda terdepan yang menyapa penumpang ketika hendak ataupun turun dari kereta api, maka attitude, penampilan dan juga cara mereka berkomunikasi menjadi atensi kami,” sambung Luqman.

Diharapkan, pelanggan kereta api yang menggunakan jasa porter untuk menghafal nomor punggung mereka sebagai antisipasi apabila ada barang bawaan tertinggal.

“Misal ada barang tertinggal, lupa nama dan wajah porternya, ingat saya nomor punggungnya, bilang ke petugas stasiun, nanti barangnya pasti akan ketemu. Karena kita punya data lengkap mereka,” katanya. (fos/red)

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.