Unusa Kembangkan Unit Donor ASI Syariah Pertama di RI
SR, Surabaya – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) bersama Yayasan ASTAYA, RSI Jemursari, RSI Ahmad Yani, dan RSIA Kendangsari menginisiasi pembentukan Unit Donor ASI berbasis syariah. Program ini ditargetkan menjadi model percontohan donor ASI syariah pertama di Indonesia.
Inisiatif tersebut diperkenalkan melalui Seminar Ilmiah Human Milk Bank Berbasis Syariah yang menghadirkan akademisi, tenaga kesehatan, dan pemangku kepentingan. Program ini lahir sebagai respons terhadap tingginya angka kelahiran prematur dan bayi berat lahir rendah (BBLR) di Indonesia.
Ketua Yayasan ASTAYA sekaligus Dokter Spesialis Anak dan Konsultan ASI, dr. Wiyarni Pambudi, Rabu (10/6/2026) mengatakan, Indonesia diperkirakan memiliki sekitar 800 ribu kasus kelahiran prematur dan BBLR setiap tahun. Kondisi tersebut membutuhkan dukungan nutrisi yang optimal bagi bayi.
“Berbagai penelitian menunjukkan bahwa donor ASI dapat menurunkan risiko komplikasi serius pada bayi prematur dan menjadi pilihan terbaik ketika ASI ibu kandung tidak tersedia,” ujarnya.
Menurut Wiyarni, praktik donor ASI yang selama ini berlangsung secara mandiri belum memiliki jaminan kualitas maupun pencatatan yang sesuai syariah. Karena itu, pengelolaan donor ASI berbasis rumah sakit dinilai lebih aman dan terstandar.
“Tapi kegiatan itu belum bisa memastikan apakah ASI yang didonorkan berkualitas atau tidak, lalu bagaimana pencatatannya terkait dengan syariat agama?” katanya.
Wakil Rektor II Unusa, Prof. Mohamad Yusak Anshori, mengatakan pihaknya menyiapkan Sistem Informasi Mahram Digital untuk mendokumentasikan hubungan persusuan.
“Kami ingin membangun model Unit Donor ASI yang tidak hanya memenuhi standar klinis dan keselamatan pasien, tetapi juga memberikan kepastian dalam pencatatan nasab melalui dukungan teknologi digital,” ujarnya. (*/rri/red)
Tags: donor asi syariah, superradio.id, surabaya, Unusa
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





