Polisi Gemoy Berbagi Mawar, Coklat dan Camilan ke Pengendara

Rudy Hartono - 20 February 2025
Sejumlah pengendara memperoleh hadiah cokelat dari petugas Polres Kediri, karena dinilai telah mematuhi aturan lalu-lintas, Rabu (19/2/2025). (sumber:rri)

SR, Surabaya – Ada pemandangan berbeda saat Operasi Keselamatan Semeru 2025 yang digelar aparat kepolisian. Biasanya operasi lalu lintas itu menampilkan wajah ‘garang’ mencari pengendara yang tidak tertib tanpa SIM, STNK atau tanpa helm standar.

Operasi ketertiban lalu lintas oleh Polri biasanya menampilkan wajah ‘garang’, mencari pengendara yang tidak tertib tanpa SIM, STNK atau tanpa helm standar. Namun ada pemandangan berbeda saat Operasi Keselamatan Semeru 2025 yang digelar Satlantas Polres Kediri dan Satlantas Polres Mojokerto, Rabu (19/2/2025).

Kasatlantas Polres Mokokerto Kota memberikan helm dan Snack kepada anak-anak dalam operasi keselamatan Semeru 2025, Rabu (19/2/20245). (sumber:rri)

Satlantas Polres Kediri memberikan bunga mawar dan coklat kepada pengendara yang tertib berlalu-lintas. Pemberian hadiah ini bagian dari operasi keselamatan Semeru tahun 2025. Sedangkan Satlantas Polres Mojokerto membagikan helm standar SNI dan camilan kepada pengendara.

Kapolres Kediri, AKBP Bimo Ariyanto SH SIK, melalui Kasat Lantas AKP I Made Jata Wiranegara, mengatakan ini sebagai apresiasi bagi pengendara yang mematuhi aturan lalu-lintas. “Kami beri hadiah kepada mereka yang membawa SIM, STNK, dan memakai helm standar,” ungkapnya.

Operasi keselamatan Semeru 2025 fokus pada 10 pelanggaran lalu lintas, seperti berkendara di bawah umur, menggunakan ponsel, dan tidak memakai sabuk pengaman. “Pelanggaran lain termasuk tidak memakai helm dan balap liar,” katanya.

Selain memberikan hadiah, petugas juga menegur pengendara yang melanggar aturan. “Kami mengingatkan agar pengendara selalu berhati-hati dan menjaga keselamatan di jalan,” ujarnya.

Terpisah, Kasat Lantas Polres Mojokerto Kota, AKP Mulyani, mengatakan operasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat soal keselamatan di jalan. “Kami mendekati masyarakat dengan cara humanis dan edukatif, bukan hanya penindakan hukum,” ujarnya.

Mulyani menambahkan, kesadaran berlalu lintas adalah tanggung jawab bersama. “Pengendara harus sadar bahwa keselamatan mereka bergantung pada kedisiplinan dalam berkendara,” jelasnya.

Selain helm dan camilan, petugas juga mensosialisasikan berbagai aturan lalu lintas. “Kami mengingatkan tentang larangan menggunakan ponsel dan berboncengan lebih dari dua orang,” katanya.

Operasi ini akan berlangsung beberapa hari ke depan dengan agenda edukatif lainnya. “Harapannya ada peningkatan kesadaran masyarakat untuk berkendara lebih aman,” ujar Mulyani. (*/rri/red)

Tags: , , , , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.