Polda Jatim Minta Imigrasi Cekal dan Cabut Paspor Veronica Koman

Yovie Wicaksono - 8 September 2019
Polda Jatim saat merilis kasus ujaran rasis kepada mahasiswa Papua di Surabaya, Kamis (29/8/2019). Foto : (Istimewa)

SR, Surabaya – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur (Jatim) telah meminta bantuan Ditjen Imigrasi Kemenkumham untuk mencekal dan mencabut paspor Veronica Koman, tersangka kasus hoax Asrama Mahasiswa Papua Surabaya hingga berujung kerusuhan di Papua, yang saat ini berada di luar negeri.

“Kami sudah membuat surat ke Ditjen Imigrasi untuk bantuan pencekalan dan pencabutan paspor tersangka atas nama Veronica Koman,” kata Irjen Pol Luki Hermawan saat konferensi pers di Mapolda Jatim, Surabaya, Sabtu (7/9/2019).

Melansir Antara, Luki menyatakan, pihaknya telah melayangkan surat pemanggilan kepada tersangka atas nama Veronica Koman ke dua alamat yang ada di Indonesia, yaitu di Jakarta Barat dan Jakarta Selatan.

Polda Jatim juga bekerja sama dengan Divisi Hubungan Internasional Mabes Polri guna mengonfirmasi keberadaan kuasa hukum Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang diduga saat ini berada di salah satu negara tetangga Indonesia.

“Veronica sekarang tinggal dengan suaminya di negara itu. Suaminya merupakan warga negara asing yang juga penggiat LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat),” ujarnya.

Dari pengembangan penyelidikan, Polda Jatim berhasil melacak dua nomor rekening Veronica Koman, baik yang ada di Indonesia maupun luar negeri.

“Dan kami sudah bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri dan Imigrasi terkait dengan rekening tersebut, karena yang bersangkutan mendapat beasiswa dari negara kita dan sekolah mengambil bidang S2 Hukum,” katanya.

Selain itu, Polda Jatim juga menjalin kerja sama dengan Tim Siber Bareskrim Mabes Polri dan berkoordinasi dengan Badan Intelijen Negara (BIN) untuk sesegera mungkin memulangkan Veronica Koman.

“Karena tersangka ini (Veronica Koman) menjadi target utama di Jatim bisa mengungkap terkait kasus yang ada di Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya,” ujarnya.

Sebagai tersangka, polisi telah menjerat Veronica dengan pasal berlapis yakni UU ITE KUHP Pasal 160 KUHP. UU Nomor 1 Tahun 1946 dan UU Nomor 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Suku, Etnis dan Ras. (*/ant/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.