Polda Jatim Ingatkan Mahasiswa Pertahankan Toleransi

Yovie Wicaksono - 12 October 2019
Kabag Analis Dit Intelkam Polda Jatim, Kompol Agus Prasetyo dalam Seminar Nasional Kebhinekaan bertajuk Mengingat dan Mengenali Kebhinekaan di Tangan Pemilik Masa Depan di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Sabtu (12/10/2019). Foto : (Super Radio/Fena Olyvira)

SR, Surabaya – Sebagai generasi penerus bangsa, mahasiswa harus tetap mempertahankan nilai toleransi dalam menjaga keberagaman bangsa Indonesia.

“Peran mahasiswa dalam menjaga kebhinekaan adalah tetap mempertahankan nilai toleransi. Kita harus paham bahwa setiap orang pasti memiliki perbedaan, itu adalah hal yang biasa dan tidak perlu dipermasalahkan,” ujar Kabag Analis Dit Intelkam Polda Jatim, Kompol Agus Prasetyo dalam Seminar Nasional Kebhinekaan bertajuk Mengingat dan Mengenali Kebhinekaan di Tangan Pemilik Masa Depan di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Sabtu (12/10/2019).

Terlebih, Indonesia terdiri dari berbagai suku, agama, ras dan antar golongan (SARA) dengan Bhinneka Tunggal Ika sebagai simbol pemersatu bangsa.

Agus menambahkan, selain menjaga nilai toleransi, rasa cinta Tanah Air juga harus terus dipupuk generasi muda.

“Rasa cinta Tanah Air juga harus dipupuk dengan menjaga lingkungan kita, bangga sebagai bangsa Indonesia, menjaga nama baik indonesia, berjiwa patriotisme terhadap bangsa, memberi kontribusi pada kemajuan bangsa, dan bangga menggunakan produk bangsa indonesia,” imbuhnya.

Agus mengatakan, sebagai mahasiswa dan generasi muda penting untuk memiliki kesadaran dalam berbangsa.

“Sebagai mahasiswa dan generasi muda tentu perlu berpartisipasi aktif dalam organisasi kemasyarakatan di lingkungan kita, menjalankan hak dan kewajiban sebagai warga negara sesuai peraturan yang berlaku, kemudian berpikir, berbuat dan berlaku yang terbaik untuk bangsa, ikut serta dalam pemilu, dan partisipasi dalam menjaga kedaulatan bangsa,” imbuhnya.

Mahasiswa dan generasi muda juga memiliki tiga peran penting, yakni peran moral, dimana setiap tingkah lakunya akan dimintai pertanggungjawaban secara moral. Kemudian peran sosial, keberadaan dan perbuatannya bermanfaat bagi lingkungan sekitar, serta peran intelektual yang memberikan perubahan lebih baik. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.