Pentingnya Kolaborasi Sekolah dan Orang Tua untuk Pendidikan Anak

Yovie Wicaksono - 23 July 2021
Ilustrasi anak belajar bersama orangtua. Foto: (Shuterstock)

SR, Surabaya – Hari Anak Nasional (HAN) diperingati pada 23 Juli disetiap tahunnya sebagai momentum untuk lebih memperhatikan hak-hak anak. Salah satunya adalah hak mendapatkan pendidikan yang hingga saat ini masih menjadi permasalahan di Indonesia.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mencatat, terdapat 157 ribu siswa SD hingga SMA putus sekolah pada tahun ajaran 2019/ 2020. Selain putus sekolah, adanya pandemi Covid-19 juga menimbulkan satu tantangan baru di dunia pendidikan.

Anggota Dewan Pendidikan Jatim, Isa Ansori mengatakan, harus diakui bersama bahwa selama masa pandemi Covid-19 sektor pendidikan menjadi lumpuh, dimana yang terjadi bukanlah proses pendidikan, melainkan proses pengajaran lantaran proses belajar mengajar dilakukan melalui jarak jauh, yakni secara daring dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Dimana disana lebih banyak terjadi transfer menulis melalui daring, orang diajari tapi pesan pendidikannya hampir tidak ada karena didalam pendidikan itu tidak cukup hanya transfer menulis, tapi ada etika, moral dan sebagainya yang tidak bisa diwakili oleh teknologi,” ujarnya.

“Mereka harus berinteraksi, apalagi tradisi bangsa kita adalah bertemu, berkumpul, gotong royong, sehingga dalam proses belajar itu butuh tauladan yang dirasakan dan disentuh,” imbuhnya.

Sekretaris Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jatim ini menambahkan, pandemi Covid-19 ini sekaligus menyadarkan bahwa kolaborasi antara sekolah dan orang tua sangatlah penting untuk pendidikan anak.

“Sehingga momentum ini harus kita jadikan acuan bahwa pendidikan kita kedepan itu adalah pendidikan yang berkolaborasi, yang mensinergikan potensi sekolah, anak dan orang tua, sehingga tagline Merdeka Belajar kalau kita pahami secara sungguh-sungguh bahwa di dalam Merdeka Belajar itu ada komitmen melibatkan semua partisipasi peserta atau komponen yang terlibat didalam pendidikan,” katanya.

“Disana ada kemandirian, anak dilibatkan dalam tujuan belajar, cara mencapai tujuan itu, dan kemudian bagaimana anak melakukan proses-prosesnya yang dimana selama ini proses itu lebih banyak dilakukan oleh sekolah dan guru,” lanjutnya.

Isa menegaskan, momentum Merdeka Belajar bertujuan untuk mengembalikan jati diri pendidikan, dimana anak-anak sebagai pelaku pendidikan dan harus dilibatkan dalam setiap prosesnya.

Terlebih, lanjutnya, kedepan yang dibutuhkan adalah orang-orang yang berintegritas, tidak hanya persoalan ilmu pengetahuan, tapi juga bagaimana bertanggung jawab dengan ilmu yang dimiliki.

“Ini sebagai pendidikan karakter. Kemampuan akademis dan karakter itu harus seimbang,” tandasnya.

Sementara itu, Dinas Pendidikan Jawa Timur (Dindik Jatim) berencana merumuskan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas usai pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada 26 Juli 2021 mendatang.

“Pembelajaran jarak jauh tidak efektif. Sehingga PTM sangat perlu dilakukan terutama untuk siswa SMK. Setelah PPKM akan kita rumuskan PTM terbatas,” kata Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Wahid Wahyudi di Surabaya, Kamis (22/7/2021).

Wahid mengatakan, selama pelaksanaan PPKM, semua kabupaten/kota di Jatim melakukan pembelajaran secara daring sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri).

Wahid menyebut, guru dan tenaga pendidikan yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi banyak yang sudah divaksinasi Covid-19, namun capaiannya belum 100 persen. Selama satu pekan ini, Disdik Jatim juga menggeber vaksinasi Covid-19 pelajar khususnya tingkat SMA/SMK sederajat. Beberapa kabupaten/kota disebut Wahid, juga sudah mencanangkan vaksinasi Covid-19 untuk para siswa. Di antaranya, Surabaya, Jombang dan Tuban.

“Tentu ini diikuti kabupaten/kota yang lain. Sehingga pada saat pembelajaran tatap muka terbatas dilaksanakan diharapkan semua warga sekolah sudah divaksin,” katanya. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.