Pemprov Jatim Siapkan Rumah Sakit Darurat untuk Pasien Covid-19

Yovie Wicaksono - 5 May 2020
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat rilis update sebaran Covid-19 di gedung negara Grahadi Surabaya, Kamis (16/4/2020). Foto: (JNR)

SR, Surabaya – Pemprov Jawa Timur menyiapkan  Rumah Sakit Darurat Covid-19 Jatim. Saat ini rumah sakit darurat itu tengah dikebut dan ditarget  selesai dalam pekan ini. 

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, Rumah Sakit Darurat Covid-19 Jatim ini akan didirikan dengan memanfaatkan fasilitas pinjam pakai gedung Puslitbang Humaniora Kementerian Kesehatan  yang berada di Surabaya dan pihaknya sudah mengantongi izin dari Kementerian Kesehatan RI.

“Di rumah sakit darurat ini kita siapkan untuk menambah kapasitas rumah sakit layanan khusus Covid-19. Kalau pasien terkonfirmasi positif kan ada gejala klinisnya ringan, sedang, atau berat. Di rumah sakit darurat ini nantinya akan diutamakan bagi yang gejala klinisnya ringan sampai sedang,” ucap Khofifah.

Sedangkan untuk pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang memiliki gejala klinis berat maka akan dibawa ke rumah sakit rujukan utama penanganan Covid-19 yaitu di RSUD dr Soetomo, RS Universitas Airlangga atau RS Saiful Anwar Malang.

Sebab jika pasien terkonfirmasi Covid-19 dan gejala klinisnya berat, maka mereka tentunya membutuhkan perawatan dengan peralatan medis yang lengkap sehingga harus dirawat di rumah sakit yang memiliki peralatan medis serta dokter spesialis  yang sangat lengkap pula. 

“Kalau pasien terkonfirmasi positif yang gejala klinisnya berat biasanya karena ada komorbid atau penyakit penyerta. Misalnya pasien juga memiliki keluhan sakit jantung, hipertensi dan sejenisnya, maka RSUD dr Soetomo  dan RSUA serta RSSA menjadi rujukan utama. Tapi kalau positif namun klinisnya ringan hingga sedang dan tidak tertampung di RS rujukan utama maka kita akan siapkan layanan di sini (Rumah Sakit Darurat Covid-19 Jatim),” tegas Khofifah.

Rumah Sakit Darurat Covid-19 Jatim yang berlokasi di Gedung Puslitbang Humaniora, Jalan Indrapura Surabaya ini rencananya akan bisa menampung 200 pasien. 

Saat ini bed di puslitbang tersebut sudah tersedia, sehingga tinggal dibutuhkan untuk perbaikan sarana dan prasarana rumah sakit agar sesuai dengan kelayakan dan protokol kesehatan di tengah pandemi. 

Terkait perbaikan konstruksi, sudah dua hari ini dilakukan perbaikan oleh Dinas PU Bina Marga Jatim. Termasuk membenarkan AC drainase dan keperluan yang lain. 

Sedangkan untuk sumber daya manusia dan tenaga kesehatan yang akan bertugas di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Jatim ini adalah para Relawan Tenaga Kesehatan Pemprov Jatim yang sudah dibuka rekrutmennya beberapa waktu lalu. 

Kemudian untuk logistik medis di rumah sakit darurat ini, mulai APD, alat medis, akan disupport oleh ratusan donatur yang dikoordinasikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur. 

Begitu juga dengan laboratorium pendukung akan disokong oleh laboratorium Institute of Tropical Disease (ITD) Unair, RSUD Dr Soetomo, dan juga Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan (BBTKL). 

Di sisi lain, meski kini Pemprov dan Gugus Tugas tengah fokus menyiapkan Rumah Sakit Darurat di Surabaya, Khofifah menegaskan bahwa pihaknya juga tengah menyiapkan tambahan rumah sakit darurat berbasis tenda. 

“Sore ini kita akan siapkan tambahan dari Rumah Sakit Darurat berbasis tenda, yang materialnya disupport oleh Gugus tugas pusat. Tendanya  dari gugus tugas pusat dan sudah berstandar protokol kesehatan. Seluruh kelengkapan medisnya juga sudah dikonfirmasi ke kami, dan kami akan  segera siapkan agar segera bisa digunakan melayani masyarakat,” tegasnya. 

Sementara itu Ketua Gugus Kuratif Gugus Tugas Covid-19 Jatim Joni Wahyuhadi mengatakan, adanya penambahan rumah sakit sangat dibutuhkan mengingat kondisi rumah sakit penyedia layanan negative pressure untuk penanganan Covid-19 sudah overload. Sehingga banyak pasien yang terpaksa  dirawat di ruang isolasi non negative pressure. 

“Layanan rumah sakit darurat ini adalah ikhtiar gubernur untuk bisa memberikan layanan terbaik bagi masyarakat yang terinfeksi Covid-19. Dan karena dua hari ini sudah mulai digarap, ya dalam minggu ini Insya Allah rumah sakit darurat sudah bisa difungsikan,” pungkas Joni. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.