Pemkot Surabaya akan Terapkan Vaksinasi Door to Door untuk Ibu Hamil

Yovie Wicaksono - 21 August 2021
Vaksinasi Covid-19 kepada Ibu Hamil. Foto : (Humas Pemkot Surabaya)

SR, Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Kesehatan akan menerapkan vaksinasi Covid-19 dengan cara door to door atau mendatangi langsung ke rumah-rumah ibu hamil (bumil) seperti yang telah dilakukan sebelumnya kepada lansia dan disabilitas.

“Ya, ketika mereka tidak bisa (datang). Seperti kita lakukan pada lansia, disabilitas, kita lakukan door to door. Kalau mereka masih belum berkenan ya kita datangi,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Febria Rachmanita, Jumat (20/8/2021).

Feny mengatakan, siapapun bisa tertular Covid-19, termasuk pula ibu hamil. Karenanya, vaksinasi ini dinilainya penting untuk menumbuhkan herd immunity bagi ibu hamil. Apalagi, bumil juga tergolong rentan tertular Covid-19.

“Siapa saja bisa tertular. Kalau bumil kan rentan, mudah tertular. Jadi di Surabaya penularannya bukan lagi kluster-kluster, tapi sudah komunitas,” paparnya.

Ia menambahkan, usia kehamilan yang aman divaksin adalah setelah melewati 3 bulan pertama. Atau, setelah melewati trimester pertama. Pihaknya juga memastikan, vaksinasi kepada bumil tidak membahayakan bagi janin atau calon bayi.

“Kita utamakan yang risiko tinggi, usia 35-40 tahun. Yang punya komorbid (tidak akut dan terkontrol) itu juga. Janinnya jadi kuat,” pungkasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Surabaya telah melakukan vaksinasi massal dosis 1 kepada ibu hamil di Airlangga Convention Centre (ACC) Kampus C Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Kamis (19/8/2021) dengan menyasar 800 jiwa dari total 1000 undangan. Ini dikarenakan beberapa di antaranya tidak hadir saat hari H pelaksanaan.

“Kemarin sasaran 1000, baru tercapai 800. Targetnya 1500 lagi, tapi belum ada vaksinnya,” kata Febria.

Menurut Febria, ada beberapa faktor yang menyebabkan ibu hamil tidak datang saat pelaksanaan vaksinasi massal di ACC Kampus C Unair Surabaya. Satu di antaranya adalah ibu hamil tersebut belum mendapat izin dari suaminya. “Belum dapat izin dari suami. Terus kemudian masih ragu-ragu,” katanya.

Karena beberapa faktor tersebut, pihaknya menyatakan bakal melakukan pendekatan-pendekatan secara persuasif. Ia berharap, seluruh ibu hamil di Surabaya yang telah ditetapkan menjadi sasaran, bersedia untuk divaksin Covid-19.

“Ini masih kita lakukan pendekatan, karena nanti bumil wajib melakukan vaksin seperti waktu kita mewajibkan mereka tes PCR,” ungkap dia. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.