Pandemi Covid-19, Pagelaran Selomangleng Bertema Panji Digelar Virtual

Yovie Wicaksono - 16 November 2020
Pandemi Covid-19, Pagelaran Selomangleng Bertema Panji Digelar Virtual. Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Kediri kembali mengadakan pagelaran seni budaya Selomangleng. Karena masih dalam masa pandemi, kegiatan tahunan ini tidak bisa disaksikan secara langsung di lokasi wisata Goa Selomangleng, melainkan secara virtual melalui YouTube.

Adapun pelaku seni yang dilibatkan dalam pagelaran bertema Panji Interactions ini diantaranya tujuh seniman dari luar daerah seperti Yogyakarta, Klaten, Surakarta dan Lampung, serta seorang seniman lokal.

Kepala Disbudparpora Kota Kediri, Nur Muhyar menjelaskan jika kegiatan ini merupakan event tahunan yang mengkolaborasikan antara seniman  Kediri dan luar daerah.

Lebih lanjut, Nur Muhyar mengemukakan alasan kenapa pihaknya mengundang seniman dari luar daerah. Menurutnya cerita panji tidak hanya dikenal di Kediri saja melainkan sudah menyebar dari berbagai daerah bahkan luar negeri sekali pun.

“Pagelaran tahunan  yang mengkolaborasi antara seniman Kediri dan luar Kediri yang menjadi agenda kita rutin. Yang ini menjadi wadah. Kenapa  berkolaborasi dengan warga diluar Kediri karena memang pagelaran Selomangleng temanya panji. Panji tidak hanya dikenal di Kediri, tetapi sudah menyebar ke berbagai daerah bahkan mancanegara,” ujarnya, Minggu (15/11/2020).

Ada yang berbeda dalam pagelaran seni budaya Selomangleng tahun ini, jika tahun sebelumnya selalu melibatkan seniman mancanegara. Untuk sekarang hanya sebatas seniman dari daerah. Terkait hal itu Nur Muhyar mengatakan, jika kendala yang dihadapi untuk mendatangkan seniman mancanegara tidak lepas dari situasi kondisi pandemi Covid-19 sekarang ini.

“Kalau tahun-tahun lalu kita selalu mengundang dari mancanegara, karena ada hambatan keimigrasian, penerbangan dan sebagainya, ya masalah Covid-19 inilah. Akhirnya yang bisa  kita lakukan mengkolaborasikan seniman Kediri dan beberapa daerah seperti Yogyakarta, Klaten, Surakarta dan Lampung,” katanya.

Ia menambahkan, kegiatan ini merupakan bagian dari salah satu wujud untuk melestarikan dan menghidupkan peninggalan non benda yang dinamakan cerita panji. Cerita panji ini kemudian dikemas dalam bentuk perpaduan kesenian tradisional dan modern.

“Tadi ditampilkan musik-musik, meskipun secara instrumen menggunakan alat modern, kekinian, yang jelas belum ada di era Panji. Tapi komposisi musiknya, pilihan-pilihan nada dan lagu bernuansa panji,”  katanya.

Seperti diketahui, sejak awal masa pandemi hingga sekarang, Disbudparpora Kota Kediri masih belum membuka lokasi wisata Goa Selomangleng. Penutupan ini dilakukan sebagai salah satu upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Meski ditutup, namun pihak pengelola wisata Goa Selomangleng tetap menyediakan sejumlah tempat fasilitas untuk tempat cuci tangan. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.