Organda Jatim Pastikan Tak Ada Kenaikan Tarif Bus Ekonomi Saat Lebaran

Yovie Wicaksono - 11 April 2023
Situasi Terminal Purabaya di hari terakhir pemberlakuan larangan mudik, Senin (17/5/2021). Foto : (Super Radio/Fena Olyvira)

SR, Surabaya –  Wakil Ketua DPD Organisasi Angkutan Darat (Organda) Jawa Timur, Firmansyah Mustafa mengatakan, Perusahaan Otobus  (PO) sudah sangat siap menghadapi mudik lebaran atau Hari Raya Idulfitri 1444 Hijriyah. Bahkan ia memastikan tidak ada kenaikan tarif bus untuk ekonomi.

“Tarifnya saat lebaran nanti tetap seperti saat ini, tidak naik. Tarif ekonomi telah ditentukan dalam aturan Pergub. Ada tarif batas bawah dan atas.  Melebihi batas atas, jelas menyalahi aturan,” katanya, Selasa (11/4/2023).

Firman mengatakan, jika ada yang menaikkan tarif untuk bus ekonomi akan berurusan dengan pelaksana kebijakan. PO bisa mendapatkan sanksi berupa teguran. “Bahkan jika ditemukan bukti kuat, bisa juga mendapat sanksi hingga pencabutan izin trayek,” katanya.

Menurutnya, yang boleh naik adalah untuk non ekonomi. Firman menyarankan untuk tiket non ekonomi, agar penumpang membayar ketika berada di dalam bus atau membelinya di agen-agen resmi. “Jangan percaya dengan calo-calo yang menawari tiket non ekonomi. Beli saja di agen resmi,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan, tidak hanya kesiapan kendaraan, namun juga awak bus seperti sopir, kernet dan kondekturnya juga menjalani cek kesehatan.  “Kami tidak tahu apakah akan ada penambahan armada atau tidak. Yang pasti sudah kami siapkan jika sewaktu-waktu dihubungi untuk tambah armada,” ujar Firman

Firman mengaku optimis akan terjadi lonjakan penumpang, karena antusiasme masyarakat yang dua tahun sebelumnya tidak bisa mudik karena pandemi Covid-19.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Jatim, Nyono mengatakan antusiasme masyarakat untuk mudik  kali ini diprediksi meningkat. Berdasarkan kajian Puslitbang Kementerian Perhubungan, sebanyak 21,2 juta orang yang akan melakukan perjalanan mudik ke Jawa Timur.

Nyono mengungkapkan puncak arus mudik pada 21 April, sedangkan puncak arus balik pada 25 April. Ia mengaku menyiapkan 652 armada bus di 18 terminal tipe A dan 28 terminal tipe B. 

“Jumlah tersebut sudah termasuk antar kota dalam provinsi (AKDP) dan antar kota antar provinsi (AKAP),” jelasnya.

Lebih lanjut, Nyono menambahkan, diperkirakan ada peningkatan angkutan bus sebanyak 29 persen. Kalau tahun 2022 jumlah penumpang bus sebanyak 2,2 juta, namun tahun ini diperkirakan 2,85 juta orang. “Untuk pengaturan lalu lintas khususnya kendaraan barang yakni di ruas jalan tol dan ruas jalan arteri,” katanya.

Menurutnya untuk jalan tol pembatasan operasional angkutan barang mulai pukul 00.00 tanggal 19 April hingga 21 April. Arus balik 24 April hingga 26 April. Selain itu 29 April hingga 2 Mei. “Yakni ruas jalan Ngawi – Kertosono, Mojokerto – Surabaya, Surabaya – Gempol, Surabaya – Gresik, Gempol – Pandaan, Gempol Pasuruan, Pasuruan – Probolinggo dan Pandaan – Malang.

Kemudian untuk jalan yang bukan tol adalah Pandaan – Malang, Probolinggo – Jember, Jombang – Caruban dan Banyuwangi -Jember. Nyono mengatakan kendaraan barang yang boleh melintas pada saat pembatasan tersebut yakni yang memuat bahan bakar minyak (BBM), barang ekspor impor menuju pelabuhan laut, ternak, air minum dalam kemasan, hantaran pos dan sembako. (*/red)

Tags: , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.