Maxxitani Pamerkan Inovasi Drone Tani di JatimFest 2026

Rudy Hartono - 2 October 2026
Nanda, Supervisor Drone dan Agronomis dari Maxitani Teknologi, hadirkan drone pertanian di ajang pameran JatimFest 2026 di Grand City Surabaya. (foto: vico wildan/superradio.id)

SR, Surabaya – Ajang pameran JatimFest 2026 yang berlangsung di Grand City Surabaya pada Kamis (1/10/2026) menjadi panggung unjuk kreasi bagi berbagai inovasi teknologi. Dinas Pertanian Jawa Timur tampilkan teknologi drone pertanian dari Maxitani Teknologi yang menarik perhatian publik sebagai solusi nyata modernisasi sektor pangan daerah.

Kehadiran teknologi mutakhir ini dijelaskan langsung oleh Nanda, Supervisor Drone dan Agronomis dari Maxitani Teknologi, yang mengungkapkan bahwa sistem operasional drone pertanian mereka telah berjalan efektif selama empat hingga lima tahun terakhir. Menurutnya, teknologi ini dirancang untuk menjawab tantangan efisiensi dan efektivitas kerja petani di berbagai jenis lahan.

Secara teknis, drone ini dibekali fungsi utama sebagai tangki penyemprot (sprayer) untuk mengaplikasikan pestisida, khususnya fungisida, serta pupuk daun secara merata. Tidak hanya itu, alat ini memiliki fleksibilitas tinggi karena tangkinya dapat diganti untuk menyebarkan pupuk jenis granul seperti urea dan phonska tanpa perlu dicairkan terlebih dahulu.

“Jadi untuk menyemprotkan pestisida terutama dib fungi sama pupuk daun nanti kalau pemupukan yang granul itu diganti tangki, keluarnya di tanah tetap granul,” ungkap Nanda.

Meskipun paling sering diaplikasikan pada komoditas padi dan jagung, penggunaan drone ini sangat fleksibel untuk tanaman tebu, semangka, melon, hingga tembakau.

Menariknya, di wilayah Lamongan, drone berkapasitas besar hingga 80 kilogram dimanfaatkan untuk mengangkut hasil panen guna mengatasi kendala infrastruktur jalan tambak yang becek dan rusak.

Dari sisi daya dan operasional, drone pertanian Maxitani mengandalkan baterai Lithium dan tangki berkapasitas 30 liter untuk setiap kali penerbangan. Nanda menerangkan bahwa setelah menghabiskan 30 liter cairan, kapasitas baterai sebenarnya masih tersisa sekitar 55 persen, namun penggantian baterai tetap dilakukan demi menjaga keamanan penerbangan kembali.

“Satu baterai itu kegunaannya satu tangki. Tapi ketika turun dia menghabiskan 30 liter itu masih sisa 55% baterainya,” tutur Nanda menjelaskan efisiensi perangkatnya .

Daya tarik inovasi ini tidak hanya dirasakan oleh para pelaku industri, tetapi juga mendulang decak kagum dari masyarakat luas yang memadati area pameran.

Mengajak  Anak Muda Bertani  

Salah seorang pengunjung asal Surabaya, Udin (48), mengaku terpesona setelah melihat langsung demonstrasi dan kecanggihan teknologi pertanian modern tersebut.

Sebagai warga yang memiliki ketertarikan pada perkembangan teknologi, ia menilai kehadiran alat-alat seperti drone pertanian dan mesin otomatis ini membuka lembaran baru bagi wajah pertanian Indonesia agar lebih efisien dan jauh dari kesan tertinggal.

“Jujur baru pertama kali lihat langsung dari dekat tadi. Biasanya cuma lihat di media sosial atau berita luar negeri. Ternyata di Indonesia, khususnya di Jawa Timur, sudah ada teknologi canggih seperti ini yang bisa bantu petani menyemprot lahan luas dalam waktu singkat. Kalau anak muda diajak ke sawah pakai alat canggih begini, saya yakin mereka bakal tertarik dan pertanian kita bisa makin maju,” ujar Udin

Di balik keandalan teknisnya, penerapan drone pertanian ini membawa misi besar untuk mendorong regenerasi tenaga kerja di sektor pertanian Jawa Timur yang semakin menua. Nanda optimistis bahwa sentuhan teknologi dapat menghapus stigma bahwa profesi petani itu kuno dan kotor, sekaligus menarik minat generasi muda.

Selain teknologi drone, Maxitani Teknologi juga mengembangkan jajaran alat mesin pertanian modern lainnya seperti combine harvester, rover, dan transplanter (mesin tanam). Bahkan, saat ini mereka sedang melakukan uji coba pengoperasian traktor dan transplanter otomatis tanpa operator yang dikendalikan melalui stik pengendali jarak jauh berlayar.

Masyarakat atau kelompok tani yang berminat memanfaatkan teknologi ini dapat mengaksesnya melalui sistem jual beli maupun kemitraan.  (js/red)

 

 

Tags: , , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.