Mahfud MD Sampaikan 3 Hal Penting Pada Dubes AS

Yovie Wicaksono - 27 January 2020
Menko Polhukam Mahfud MD saat menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Amerika untuk Indonesia Joseph R Donovan. Foto : (Super Radio/Niena Suartika)

SR, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyampaikan tiga hal penting saat menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Amerika untuk Indonesia Joseph R Donovan, diantaranya mengenai Papua,  Natuna dan penangkapan jurnalis Mongabay. 

“Saya katakan secara hukum, secara konstitusi, dan secara real politik, Papua itu adalah bagian sah dari Indonesia dan punya hak keutuhan integrasi nasional atas Papua, dan Amerika Serikat menyatakan sejak dulu mendukung posisi Indonesia atas kedaulatannya kepada Papua sebagai bagian dari wilayahnya,” kata Mahfud, Senin (27/1/2020).

Mahfud mengatakan, Dubes AS juga menanyakan soal Natuna. Dijelaskan bahwa Natuna secara hukum merupakan bagian dari hak berdaulat Indonesia atas Zona Ekonomi Eksklusif yang sudah ditetapkan oleh hukum internasional. Oleh sebab itu, posisi Indonesia tidak ada persengketaan dengan Cina. 

“Kita tidak akan nego karena tidak ada sengketa perbatasan. Kalau mereka masuk kita usir, tapi bukan perang, karena kalau kita nego, kalau kita berunding berarti itu hubungan bilateral. Ini kan sudah ada putusan multilateral internasional UNCLOS tahun 82, kita katakan kita belum perlu bantuan apapun dari negara lain karena kita tidak bersengketa apa-apa dengan China di Laut Natuna Utara,” katanya. 

Terakhir, kedua pejabat negara itu membicarakan mengenai penangkapan jurnalis Mongabay, Philips Jacobson.

Menurut Mahfud, Philips datang ke Indonesia dengan menggunakan Visa Kunjungan, kemudian ternyata melakukan kegiatan kewartawanan, menulis berita dan sudah ada bukti-buktinya, lalu dilarang oleh pemerintah Indonesia.

“Itu fakta hukum Indonesia, tetapi nanti kita usahakan agar segera dideportasi saja kalau tidak melakukan kejahatan lainnya. Kalau misalnya hanya pelanggaran teknis administrasi visa mengatakan dia kunjungan bukan untuk bekerja ‘kok bekerja jadi wartawan’, ‘kok hadir di dalam forum-forum apa namanya LSM, DPRD dan macam-macam’, itu kan di luar tujuan dia lalu menulis berita,” katanya. 

“Kalau cuma itu yang dilakukan saya akan menghubungi Polri sama Kemenkumham Imigrasi agar dideportasi saja secepatnya, kecuali ada bukti lain dia melakukan kejahatan, misalnya melakukan kegiatan mata-mata misalnya spionase, sudah pasti kita larang, narkoba atau kejahatan lain yang diancam dengan pidana,” sambungnya. (ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.