Mahfud MD : Salat Ied Termasuk Dilarang dalam Permenkes Tentang PSBB

Yovie Wicaksono - 20 May 2020
Menko Polhukam Mahfud MD. Foto : (Liputan6.com)

SR, Jakarta – Pemerintah meminta dan mengajak para tokoh agama, ormas keagamaan, dan tokoh masyarakat adat untuk meyakinkan masyarakat bahwa kerumunan salat berjamaah itu termasuk bagian yang dilarang peraturan perundang-undangan.

Hal tersebut lantaran di tengah masyarakat saat ini timbul diskusi apakah salat Idulfitri boleh dilakukan di masjid atau lapangan secara berjamaah, beramai-ramai seperti yang sudah-sudah, sebelum adanya Covid-19.

“Maka tadi kesimpulannya secara singkat, bahwa kegiatan keagamaan yang sifatnya masif, seperti salat berjamaah di masjid atau salat Ied di lapangan, itu termasuk kegiatan yang dilarang oleh Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 9 Tahun 2020, yaitu tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar, juga dilarang oleh berbagai peraturan UU yang lain, misalnya UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kewilayahan yang dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” ujar Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, Selasa (19/5/2020).

“Oleh sebab itu, maka pemerintah meminta dengan sangat agar ketentuan tersebut tidak dilanggar,” sambungnya.

Selain itu,  lanjut Mahfud, larangan mudik juga masih tetap berlaku sampai saat ini dan tidak akan dicabut sampai waktu yang akan ditentukan kemudian. Oleh sebab itu, penegakan aturan ini supaya dikawal oleh Polri, TNI, Forkopimda bersama pemerintah daerahnya, dan dengan kelengkapannya seperti Satpol PP, dan lainnya.

“Pemeriksaan di pintu-pintu keluar dan pintu masuk di jalan-jalan tikus, atau di kendaraan-kendaraan besar yang menjadi tempat orang bersembunyi untuk mudik, itu supaya dilakukan secara ketat dan di waktu-waktu yang biasanya dianggap petugasnya lengah. Misalnya di tengah malam, itu biasanya orang menganggap petugas ngantuk, petugas tidak ada, lalu menyerobot gitu saja. Inilah keputusan sidang Ratas Kabinet,” katanya. (ns/red)

 

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.