Mahasiswa UNAIR Raih GrandPrize Winner di Face of Asia 2019

Yovie Wicaksono - 12 June 2019
Ayu Maulida Putri memenangkan juara umum Face of Asia 2019 pada Asia Model Festival yang diselenggarakan di Korea Selatan pada Jumat (7/6/2019). Foto : (Istimewa)

SR, Surabaya – Mahasiswa semester akhir Fakultas Hukum (FH) Universitas Airlangga (UNAIR), Ayu Maulida Putri berhasil menjadi juara umum Face of Asia 2019 pada Asia Model Festival yang diselenggarakan di Korea Selatan pada Jumat (7/6/2019) kemarin.

Perempuan yang sejak remaja menyukai dunia modeling itu berhasil menyisihkan 79 model dari 27 negara pada pergelaran tahun ke-14 festival bergengsi se-Asia tersebut. Selain itu, dia berhasil merebut beberapa Sponsor Awards dan menjadi Top 10 Face of Asia Model 2019.

”Tentu aku bahagia banget. Saat diumumin juara umumnya, aku shock banget dan bersyukur,” ujar perempuan yang akrab disapa Ayuma ini.

Ayuma selalu percaya diri dan sempurna hampir di setiap sesi yang diikutinya. ”Penilaiannya sangat sangat kompleks. Kita (para model, Red) benar-benar harus jadi professional model. Latihan, on time, disiplin, tanggung jawab, catwalk setiap kali audisi, dari casting, juga sikap dari keseharian kita,” ungkap model dengan tinggi 177 centimeter itu.

Walaupun begitu, model asal Surabaya tersebut mengaku sempat pesimistis dan minder untuk mengikuti ajang modeling se-Asia itu. Namun, sejak awal terpikir untuk mengikuti ajang tersebut, dan menargetkan harus bisa memenangkan Face of Asia 2019.

”Tapi, tetep target untuk menang dan selalu optimis. Masih nggak percaya banget alhamdulillah bisa tercapai. Itu seperti anugerah sekali,” ujarnya.

Selain menggeluti modeling, Ayuma juga aktif pada kegiatan sosial ‘Senyum Desa’. Dia menuturkan, aktif pada kegiatan seperti itu dapat menambah pengalaman dan berbagi kepada sesama.

”Untuk senyum desa iya. Memang aktif dari awal. Karena, kegiatannya sosial dan juga bermanfaat bagi sesama”, katanya.

Ayuma juga membagikan pengalaman menariknya dari kompetisi yang berlangsung selama setengah bulan itu. ”Jadi, selama kompetisi di sini, aku juga melaksanakan ibadah puasa. Dan, itu merupakan perjuangan yang berat karena belum pernah puasa di luar negeri. Jadi, kita puasa dari jam tiga sampai jam delapan malam,” ujarnya.

Selain Ayuma, ada empat delegasi lain yang mewakili Indonesia. Yaitu, Zian Alfin, Chealsea McKenzie, Joel Leo Pollock, dan Alfrida Alifia.

Bukan berhenti di sini, Ayuma berencana mengikuti kompetisi lain yang lebih besar dan mulai merintis untuk mencapainya. ”Ada satu tujuan lagi yang masih rahasia dan memang cita-cita sekali. Semoga bisa tercapai,” ungkap Ayu. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.