Linksos Bangun Pokja Wirausaha Difabel di Malang Raya

Yovie Wicaksono - 6 July 2019
Pelatihan untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas difabel khususnya di bidang ekonomi. Foto : (Istimewa)

SR, Malang – Lingkar Sosial Indonesia (Linksos) membangun kelompok-kelompok kerja (pokja) wirausaha per kecamatan untuk memenuhi kebutuhan lapangan kerja penyandang disabilitas (difabel) di Malang Raya.

Ketua Lingkar Sosial Indonesia, Kertaning Tyas mengatakan, langkah ini diambil karena masih minimnya kesempatan kerja bagi masyarakat minoritas, seperti difabel, serta untuk mengoptimalkan potensi sumber daya manusia (SDM) dan sumber daya alam (SDA) yang tersedia.

Ken mengatakan, dilihat dari berbagai aspek, Pokja Wirausaha Difabel ini sangat penting. Seperti aspek regulasi dan kebijakan, sosial, permodalan, pendidikan dan penyadaran masyarakat.

“Dari segi regulasi dan kebijakan, UU RI nomer 8 Tahun 2016 mengamanahkan hak ekonomi dan ketenagakerjaan bagi penyandang disabilitas. Diantaranya hak ketenagakerjaan sebesar 2 persen di BUMN dan 1 persen di perusahaan swasta. Namun rendahnya rata-rata tingkat pendidikan dan minimnya keahlian/ keterampilan menjadi salah satu faktor kesulitan penyandang disabilitas memenuhi kriteria rekrutmen karyawan/ pegawai,” ujar pria yang kerap disapa Ken ini, melalui rilis yang diterima Super Radio, Sabtu (6/7/2019).

Sedangkan, lanjut Ken, beberapa perusahaan yang menawarkan lapangan kerja juga belum memiliki standar aksesibilitas sebagaimana diatur dalam Permen PUPR nomer 14 tahun 2017 tentang Persyaratan Kemudahan Bangunan Gedung.

“Dari sisi sosial, masih tingginya stigma, baik self stigma maupun stigma masyarakat terhadap penyandang disabilitas, utamanya dalam hal ini stigma terhadap orang yang mengalami kusta (OYPMK) dan orang dengan gangguan jiwa (OGDJ) sebagai hambatan sosial bagi mereka untuk mendapatkan pekerjaan yang layak,” imbuhnya.

Minimnya pengetahuan dan keterampilan penyandang disabilitas tentang administrasi dan keuangan, menurut Ken, dapat mempengaruhi tingkat kepercayaan pihak lain seperti pemodal dan lembaga keuangan untuk bekerjasama, disamping masih perlunya peningkatan kontrol terhadap implementasi kebijakan inklusif yang menjamin kesetaraan hak penyandang disabilitas dalam akses permodalan dan perbankan.

Kemudian dari sisi pendidikan dan penyadaran masyarakat, model kewirausahaan yang diterapkan dalam sistem pokja mengedepankan pengelolaan modal sosial (elemen-elemen sosial seperti jaringan, kepercayaan dan relasi bisnis) yang melahirkan dampak sosial yang baik, dan meningkatkan kepercayaan publik .

“Pokja Wirausaha Difabel Lingkar Sosial Indonesia ini menginiasi praktik-praktik baik untuk melakukan perubahan sebagai upaya pemenuhan, perlindingan dan penghormatan hak-hak penyandang disabilitas khususnya di bidang ekonomi.

Ken mengatakan, keanggotaan Pokja Wirausaha Difabel ini bersifat inklusif, yakni meliputi masyarakat penyandang disabilitas, orang tua dari anak berkebutuhan khusus (ABK), serta masyarakat non disabilitas yang berkompeten di bidang kewirausahaan sosial

Sedangkan langkah- langkah yang dilakukan Linksos untuk membangun Pokja Wirausaha Difabel dengan cara memetakan potensi dan persoalan yang dihadapi para wirausahawan difabel, merumuskan solusi berdasarkan potensi sumber daya manusia dan sumber daya alam yang ada, mengadakan pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas difabel khususnya di bidang ekonomi.

Kemudian dengan mengakomodasi alumni pelatihan dalam kelompok-kelompok kerja di tingkat kecamatan dengan model pilot project pokja wirausaha Lingkar Sosial tahun 2015, serta bekerjasama dengan pemerintah, swasta, perguruan tinggi dan stakeholder lainnya untuk akses pelatihan dan permodalan.

Terhitung sejak Mei 2019 hingga Desember 2020 Lingkar Sosial akan membangun 33 Pokja Wirausaha Difabel di Kabupaten Malang, 5 pokja di Kota Malang dan 3 pokja di Kota Batu. Dengan target pencapaian pembentukan pokja 100 persen di Kota Malang dan Kota Batu, serta 25 persen di Kabupaten Malang atas pertimbangan luas wilayah. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.