Sepi Order, Pengrajin Tahu Kediri Pilih Habiskan Sisa Produksi

Yovie Wicaksono - 19 April 2020
Proses produksi tahu kuning di kampung tahu, Kelurahan Tinalan, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri. Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Sejak dua minggu terakhir ini sejumlah pengrajin tahu di kampung tahu yang ada di Kelurahan Tinalan, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, sepi order.

Sepinya order makanan oleh-oleh khas Kediri untuk tahu, stik tahu, dan getuk pisang ini tak lepas dari situasi darurat virus corona (Covid-19) yang sudah merebak di berbagai daerah.

“Saat ini sepi pembeli. Karena corona ini penjualan oleh-oleh khas Kediri menurun drastis, hampir 90 persen penurunannya,” kata Ketua Paguyuban Pengrajin Tahu di kampung tahu, Jamaludin, Minggu (19/4/2020).

Jamaludin menambahkan, dirinya sudah 20 hari ini tidak produksi makanan khusus oleh-oleh karena stok yang dijualnya saat ini masih ada. Ia memilih menghabiskan sisa produksi yang ada lebih dahulu.

Jamaludin hanya memasak tahu dan stik tahu untuk keperluan pelanggannya di pasar tradisional. Itu pun jumlahnya thanya 200 biji dan terkadang sepenuhnya tidak habis. Padahal sebelum adanya wabah corona ia bisa memproduksi sekitar 800 biji tahu kuning untuk kebutuhan pedagang di pasar.

“Paling cuma masak 200 biji. Itu kadang tidak habis, karena pasar juga masih sepi. Biasanya sebelum ada pandemi corona kita masak rata-rata bisa capai 800 biji,” katanya.

Jamaludin menegaskan, saat menjelang bulan puasa tiba seperti sekarang hingga memasuki momentum lebaran biasanya bisa memproduksi tahu kuning khusus untuk oleh-oleh sekitar seribu biji.

“Kalau untuk oleh-oleh sebelum ada corona bisa memasak tahu menghabiskan bahan kedelai sekitar 90 kilogram. Dengan bahan baku segitu kita bisa memproduksi sekitar seribu biji tahu,” kata pria yang sudah menggeluti usaha produksi tahu sejak 2009 ini .

Wabah virus corona tidak hanya membawa dampak pada turunnya daya beli pengunjung dari luar kota yang datang ke tempat pusat makanan oleh-oleh kampung tahu, namun juga membawa pengaruh terhadap naiknya harga komoditi kedelai impor yang biasa digunakan untuk membuat bahan baku tahu.

“Harga kedelai impor untuk satu kilonya sekarang tembus Rp 78 ribu, naik 10 ribu dari harga sebelumnya,” terangnya.

Meski bahan baku naik, untuk harga tahu dijual tetap Rp 2 ribu per biji di pusat oleh-oleh. Jika dijual di pasar per biji dibanderol Rp 1800. Stik tahu per bungkus Rp 10 ribu serta getuk pisang Rp 7 ribu. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.