Lewat Aplikasi Mari Tumbu, UMKM Berpeluang Dapatkan Pendanaan
SR, Surabaya – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (Abmas) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menciptakan aplikasi Mari Tumbu yang memungkinkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendapatkan pendanaan dari masyarakat dengan basis ekuitas atau disebut Equity Crowdfunding.
Hal ini memungkinkan masyarakat turut ambil bagian dalam pertumbuhan ekonomi, terutama pada UMKM. Dengan sistem ini, nantinya uang yang disetorkan investor akan menjadi bagian kepemilikan atas UMKM yang disertai oleh pembagian risiko dan laba usaha.
Kegiatan ini sementara diterapkan di Desa Kebontunggul, Mojokerto. Ketua tim Abmas ITS Ninditya Nareswari menjelaskan, UMKM di desa tersebut telah memenuhi kebutuhan operasional sehari-harinya. Karena metode Equity Crowdfunding dinilai lebih sesuai dengan kondisi yang ada di lapangan lantaran sifatnya yang jangka panjang.
“Hal ini karena suntikan dana yang didapatkan akan lebih ditujukan untuk kebutuhan dalam mengekspansi usaha,” jelasnya.
Sosialisasi turut dilakukan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang Equity Crowdfunding dengan melibatkan tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa ITS. Selain itu, edukasi mengenai penggunaan aplikasi turut diberikan kepada masyarakat di desa wisata ini.
“Nantinya, video tata cara penggunaan aplikasi akan dilampirkan kepada masyarakat maupun bagi calon investor,” imbuhnya.
Nindy, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa UMKM yang terlibat harus memiliki kelayakan yang ditentukan melalui penilaian mulai dari karakter, kapasitas, modal, jaminan, dan kondisi dari UMKM tersebut.
“Asosiasi Pengusaha Desa Indonesia (APEDI) juga dilibatkan dalam penilaian syarat-syarat ini,” kata dosen Departemen Manajemen Bisnis ITS ini.
Selain itu, Nindy melanjutkan, nantinya pelaku UMKM dapat membeli kembali kepemilikan usahanya dari investor.
“Seusai persetujuan kedua belah pihak, aplikasi Mari Tumbu akan mewadahi proses pembelian kembali saham yang telah beredar sebelumnya,” ungkapnya.
Tak sendiri, pembuatan aplikasi ini turut melibatkan dosen ITS dari berbagai bidang ilmu, di antaranya seperti Muhammad Saiful Hakim, Udisubakti Ciptomulyono, Tony Hanoraga, dan Izzat Aulia Akbar.
“Dosen dan mahasiswa ITS dari Departemen Manajemen Bisnis, Teknik Industri, Sistem Informasi, dan Studi Pembangunan turut digandeng untuk menyukseskan Abmas ini,” tambahnya.
Nindy berharap, manfaat dari aplikasi ini untuk membantu pertumbuhan ekonomi bagi UMKM yang tersebar di Indonesia.
“Semoga dapat segera diimplementasikan untuk UMKM di Indonesia dan turut memutar roda perekonomian bangsa,” pungkasnya. (*/red)
Tags: Aplikasi Mari Tumbu, its, Pengabdian pada masyarakat, UMKM Berpeluang Dapatkan Pendanaan
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.






