Langkah Menangani Orang yang Gagal Bunuh Diri

Yovie Wicaksono - 26 November 2019
Ilustrasi

SR, Surabaya – Aksi bunuh diri  menyisakan luka tersendiri bagi orang terdekat korban. Jika orang tersebut meninggal dalam bunuh diri maka keluarga dan orang terdekat akan merasakan kehilangan. Sedangkan untuk orang yang gagal dalam bunuh diri, maka akan timbul trauma bagi dirinya sendiri ataupun orang lain yang dekat dengannya.

Proses pemulihan bagi seseorang yang mengalami gagal bunuh diri tidaklah mudah, lama proses pemulihan tersebut tergantung pada kondisi diri dan lingkungan sekitarnya.

Dosen Fakultas Psikologi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, Michael Seno Rahardanto mengatakan, langkah pertama yang harus dilakukan saat proses pemulihan korban adalah jangan menyalahkannya.

“Pertama jangan disalahkan, dimarahi, dibilang memalukan keluarga dan sebagainya karena dia tidak butuh itu. Dia sudah mengalami sakit dan rasa sakit itulah yang kita kenalkan ke dia, bahwa kejadian ini bukan hanya menyakitinya, tapi juga menyakiti orang terdekatnya karena tidak ingin kehilangannya dengan cara penyampaian masing-masing. Intinya sampaikan bahwa dia tidak sendirian, luka dan sakitnya juga kita rasakan,” ujar pria yang akrab disapa Danto ini kepada Super Radio, Selasa (26/11/2019).

Menurut Danto, biasanya orang yang gagal bunuh diri akan diliputi rasa penyesalan. Mereka mengerti kalau tidak benar-benar ingin mati. Mereka sudah merasakan batasan mati dan tentu hal tersebut tidak boleh disalahkan. Lingkungan sekitar harus memberikan kesempatan agar kesadaran muncul dengan sendirinya dalam diri pelaku bunuh diri yang masih hidup.

Danto menambahkan, memang tidak mudah apabila lingkungan sekitar seperti keluarga, pasangan, pacar dan teman adalah orang yang selama ini menjadi sumber stres dan persoalan. Idealnya, pelaku bunuh diri yang masih hidup didampingi orang-orang yang dapat memberikan rasa aman dan nyaman.

“Tapi kalau ternyata lingkungan sekitar dengan legowo mengakui berkontribusi membuat dia merasa seperti ini, maka langkah pertamanya tentu minta maaf kepadanya. Jangan menyalahkan dan kita terbuka, tidak perlu gengsi. Nyatanya satu nyawa hampir hilang karena kita, mintalah maaf,” ujarnya.

Mulai dari sanalah kemudian harapannya akan muncul rasa kepercayaan dan dukungan sosial yang memang sangat dibutuhkan oleh mereka yang mengambil keputusan bunuh diri.

Dijelaskan, akan lebih baik, seseorang yang gagal bunuh diri sementara waktu di jauhkan dari tempatnya melakukan bunuh diri serta dari lingkungan yang belum kondusif agar mereka merasa aman dan nyaman terlebih dahulu hingga kondisi psikologinya kembali pulih. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.