Kolaborasi Epik Kediri-Bojonegoro Tampilkan Wayang Wrekso Mbangun Rekso
Dalang wayang Thengul memulai pertunjukan dengan monolog di Taman Budaya Cak Durasim Surabaya, Jumat (17/10/2025). (foto: hamidiah kurnia/superradio.id)
Pertunjukan wayang thengul, wayang khas Bojonegoro, di Taman Budaya Cakdurasim Surabaya, Jumat (17/10/2025). Bentuk wayangnya berupa boneka seperti wayang golek mengenakan busana. Cerita yang diusung tentang cerita rakyat, seputar Majapahit atau cerita panji. (foto: hamidiah kurnia/superradio.id)
Dalang wayang krucil saat membawakan cerita di taman budaya Cak Durasim, Jumat (17/10/2025). Wayang krucil, wayang khas Kediri Jatim, tergolong boneka terbuat dari kayu pipih dua dimensi. Hanya saja bagian lengan wayang terbuat dari kulit agar tangan bisa digerakkan lentur. (foto: hamidiah kurnia/superradio.id)
Tari gambyong membuka Gelaran kebudayaan bertajuk Wrekso Rumekso Roso pada Jumat (17/10/2025) di Pendopo Jayengrono , Taman Budaya Cakdurasim Surabaya. (foto: hamidiah kurnia/superradio.id)
Kepala UPT Taman Budaya bersama tim acara befoto bersama usai acara gelaran kebudayaan bertajuk Wrekso Rumekso Roso, Jumat (17/10/2025), di Pendopo Jayengrono , Taman Budaya Cakdurasim Surabaya. (foto: hamidiah kurnia/superradio.id)
SR, Surabaya – Gelaran kebudayaan bertajuk Wrekso Rumekso Roso pada Jumat (17/10/2025) di Pendopo Jayengrono , Taman Budaya Cakdurasim Surabaya, telah sukses digelar.
Kegiatan yang masuk dalam rangkaian HUT Jatim ke-80 tahun tersebut berhasil menyatukan Bojonegoro dan Kediri dalam satu pertunjukan unik. Menampilkan cerita wayang thengul dan wayang krucil yang sukses memukau penonton.
Kepala UPT Taman Budaya Provinsi Jawa Timur Ali Ma’ruf mengatakan, kegiatan ini menjadi penyegaran bagi gelaran budaya disana. Kolaborasi wayang thengul yang disukai anak muda berhasil menarik antusias muda-mudi disana. Terbukti hampir ratusan penonton hadir di kegiatan tersebut.
“Ini kita lihat semangatnya masyarakat antusiasnya luar biasa ada hampir 100 yang hadir. Kita punya sarana dan prasarana disini bukan wayang aja, ada teater, tari, musik sebagai wadah art center nya,” ujarnya saat ditemui usai acara.
Salah satunya Waldan Hamonongan Saragih (19), mahasiswa Unair yang menonton bersama teman-temannya. Pria asal Semarang itu mengaku kagum dan baru tahu Surabaya punya taman budaya dan seni yang mengagumkan.
“Dapat info acara dari teman kuliah. Ini baru pertama kali ikut, baru tahu juga ada taman budaya disini karena kebetulan juga ada proyek soal kearifan lokal,” sebutnya.
Tak hanya Surabaya, kegiatan juga turut dihadiri pemerintah kabupaten Kediri dan Bojonegoro. Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa turut menyampaikan apresiasinya.
Pihaknya mengaku bangga menjadi kolaborator dalam kegiatan tahunan Pemprov Jatim tersebut. Menurutnya kolaborasi seni dan UMKM ini makin menguatkan semangat sinergi antar daerah.
“Saya merasa bangga dan mengapresiasi atas terselenggaranya budaya ini. Ini perwujudan semangat kolaborasi lintas daerah dan genre seni. Kami juga berharap ini bisa membangkitkan rasa dan gairah anak muda untuk mencinyai bangsanya dan mengenal mempelajari budaya bangsanya,” tuturnya. (hk/red)
Tags: bojonegoro, Cak Durasim, kediri, kolaborasi, superradio.id, Wayang Krucil, wayang thengul
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





