Ketua DPRD Surabaya Ajak Bonek Berkontribusi Jaga Surabaya

Rudy Hartono - 25 June 2026
Silaturahmi bersama komunitas Bonek yang digelar di Rumah Dinas Ketua DPRD Surabaya, Selasa (23/6/2026) malam. (sumber: rri)

SR, Surabaya – Peran suporter Persebaya Bonek dinilai sangat penting sebagai elemen sosial untuk memperkuat stabilitas dan kebersamaan di Kota Surabaya. Ketua DPRD Kota Surabaya, Syaifuddin Zuhri, menegaskan akan mendorong agar energi besar yang dimiliki suporter Persebaya tersebut tidak hanya berhenti pada dukungan di lapangan, tetapi juga berkontribusi dalam kehidupan sosial masyarakat.

Pesan itu ia sampaikan dalam agenda silaturahmi bersama komunitas Bonek yang digelar di Rumah Dinas Ketua DPRD Surabaya, Selasa (23/6/2026) malam. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun Persebaya, serta sarana mempererat komunikasi antara pemerintah daerah dan kelompok suporter yang memiliki basis besar di Kota Pahlawan.

Dalam pandangannya, Bonek memiliki modal sosial yang kuat berupa loyalitas, militansi, dan solidaritas yang sudah terbentuk lama. Potensi tersebut dinilai perlu diarahkan ke kegiatan yang lebih konstruktif agar memberikan dampak langsung bagi masyarakat luas dan perkembangan kota.

“Bonek adalah aset Kota Surabaya. Keberadaan mereka harus menjadi kekuatan yang menjaga kota, bukan menimbulkan rasa takut di tengah masyarakat. Kami berharap Bonek terus berkembang menjadi komunitas yang kreatif, produktif, dan aktif berkontribusi bagi kemajuan Surabaya,” ujarnya, dalam keterangan resminya, Selasa, 23 Juni 2026, malam.

Ia juga menekankan bahwa semangat kebersamaan dan keberanian yang identik dengan Bonek sebaiknya diwujudkan dalam aksi nyata, seperti menjaga fasilitas publik, memperkuat solidaritas warga, hingga terlibat dalam kegiatan sosial yang bermanfaat.

Lebih lanjut, Syaifuddin membuka ruang Rumah Dinas Ketua DPRD Surabaya sebagai wadah dialog dan konsolidasi bagi komunitas Bonek. Tempat tersebut diharapkan dapat menjadi pusat pertukaran gagasan dan penyusunan program kegiatan positif yang berdampak luas.

“Saya mempersilakan komunitas Bonek memanfaatkan rumah dinas ini sebagai tempat berkumpul, berdiskusi, dan menyusun berbagai kegiatan positif. Tidak hanya mendukung Persebaya, tetapi juga ikut menjaga Surabaya agar tetap aman, nyaman, dan penuh semangat gotong royong,” katanya.

Selain membahas peran komunitas suporter, pertemuan tersebut juga membuka ruang aspirasi dari masyarakat yang hadir. Salah satu isu yang mencuat adalah kebutuhan peningkatan layanan pendidikan agama bagi siswa non-Muslim di lingkungan sekolah.

Menanggapi hal itu, Syaifuddin menyatakan DPRD Surabaya akan menindaklanjuti dan mengkaji usulan tersebut bersama pihak terkait. Ia menyebut salah satu opsi yang dapat dipertimbangkan adalah skema “guru terbang” untuk sekolah yang belum memiliki tenaga pendidik agama non-Muslim secara tetap.

“Kami ingin memastikan seluruh peserta didik mendapatkan hak yang sama dalam memperoleh layanan pendidikan agama. Usulan ini akan menjadi bahan pembahasan lebih lanjut untuk mencari solusi terbaik,” tegasnya. (*/rri/red)

 

Tags: , , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.