Keterlibatan dan Kepedulian Masyarakat Mampu Kurangi Jumlah Korban Kekerasan Anak

Yovie Wicaksono - 29 November 2019
Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi. Foto : (JNR)

SR, Surabaya – Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera dan Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi atau akrab disapa Kak Seto, membenarkan bahwa kasus kekerasan terhadap anak baik secara psikis, fisik, hingga seksual tiap tahun terus meningkat, khususnya di Jawa Timur. 

Guna menekan angka kekerasan terhadap anak, Kak Seto meyakini keterlibatan dan kepedulian masyarakat terhadap kasus kekerasan terhadap anak akan mampu mengurangi jumlah korban baru.

“Selama ini kekerasan terhadap anak banyak terjadi karena tetangga masih mengabaikan. Namanya rukun tetangga harusnya rukun dengan tetangga, rukun warga maka warganya juga harus rukun. Dengan kepedulian, maka setiap ada kekerasan terhadap anak maka lebih cepat ditangani,” ujar Kak Seto, Jumat (29/11/2019).

Salah satu yang telah dirintis LPAI bersama kepala daerah yakni dengan membuat Seksi Perlindungan Anak di tiap pengurus RT. 

“Kalau di tingkat RT kan ada Seksi Keamanan, Seksi Perlengkapan, maka saya sarankan ada Seksi Perlindungan Anak,” ujarnya.

Ia mengatakan, tujuannya agar saat mendengar kabar kekerasan terhadap anak, maka Seksi Perlindungan Anak bisa memberikan teguran atau peringatan. 

“Misal ada anak di rumah yang selalu menangis. Seksi Perlindungan Anak bisa mengecek. Tanya ke ibunya, kenapa anaknya menangis. Jika ada unsur kekerasan dari orang tua atau misal bapaknya, maka diingatkan secara tegas,” ungkapnya.

Seksi Perlindungan Anak, kata Kak Seto, bisa menghubungi Polsek atau Polres terdekat jika memang kasus kekerasan itu tidak bisa ditangani. 

“Di Kota Tangerang Selatan, Kab Banyuwangi, dan Kab Bengkulu Utara sudah menerapkan Seksi Perlindungan Anak di tiap RT. Ini bisa dilakukan di daerah lain. Semakin banyak, maka tentu bisa menekan angka kekerasan terhadap anak,” ujarnya.

Di Surabaya, Kak Seto juga membenarkan sudah masuk dalam kategori Kota Layak Anak. Namun, pembentukan Seksi Perlindungan Anak di tingkat RT belum ada. 

“Nanti dalam waktu dekat saya akan minta LPA Jatim untuk mengajukan audiensi dengan Bu Risma (Walikota Surabaya). Saya juga akan sampaikan langsung agar Surabaya juga bisa menjadi percontohan,” pungkasnya. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.