Kemah Pancasila Pelajar Indonesia 2019

Yovie Wicaksono - 2 December 2019
Ilustrasi.

SR, Jakarta – Sebanyak 350 perwakilan pelajar Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Kejuruan (SMA/SMK) se Indonesia akan mengikuti Kemah Pancasila Pelajar Indonesia (KPPI) pada 13-15 Desember 2019 di Watu Tapak Camp Hill, Tebing Breksi, Prambanan, Sleman, Yogyakarta.

KPPI ini digelar oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) bersama Yayasan Rejomulia Yogyakarta, didukung Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta (Dikpora DIY).

Humas KPPI Widihasto Wasana Putra mengatakan, tujuan pelaksanaan KPPI dengan tiga tujuan. Pertama menanamkan nilai-nilai Pancasila di kalangan pelajar SMA/SMK Indonesia.

“Segmen pelajar SMA/SMK dipilih karena merupakan calon-calon generasi pemimpin bangsa yang perlu diperkuat perspektif ideologisnya. Harapannya kedepan mereka memiliki sikap politik yang inklusif,” ujarnya.

Kedua, sebagai upaya awal merintis pembangunan jejaring di kalangan pelajar Indonesia sehingga tercipta relasi sosial berkelanjutan gerakan implementasi nilai-nilai Pancasila.

Kemudian yang ketiga, mempersiapkan generasi baru kader penggerak Pancasila untuk menopang keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan melanjutkan tugas-tugas serta tanggungjawab kebangsaan lainnya.

Widi mengatakan, konten acara KPPI memiliki konsep Edu-Fun dengan memadukan berbagai metode permainan,  keterampilan, diskusi kelompok serta apresiasi seni yang mengasah afeksi dan kognisi peserta.

“Muatan materi meliputi Pancasila, kebangsaan, kepemimpinan, kemanusiaan, sosial masyarakat, lingkungan alam, psikologi, kebudayaan, sosial media, sosial entrepreneurship dan keorganisasian,” imbuhnya.

Pelaksanaan KPPI dipandu sejumlah mentor berpengalaman dalam berbagai gerakan kebangsaan dan pengkaderan.

Syarat umum bagi peserta KPPI adalah masih berstatus pelajar SMA/SMK Indonesia, sehat jasmani rohani, mengantongi izin/rekomendasi dari sekolah serta bersedia mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dan ketentuan yang ditetapkan panitia.

Peserta diminta membawa kelengkapan pribadi seperti sarana ibadah, peralatan mandi, jaket, jas hujan, senter dan lainnya. Selama pelaksanaan KPPI panitia akan membatasi waktu penggunaan telepon seluler peserta dan melarang peserta merokok.

Pendaftaran dan informasi peserta di www.rejomulia.com/kemahpancasila atau telepon di 081222686879. Pendaftaran ditutup pada 5 Desember 2019. Panitia melakukan seleksi internal. Pendaftaran tidak dipungut biaya.

Peserta akan mendapatkan fasilitas tenda, konsumsi, asuransi, kaos, topi, ID card, sertifikat, buku panduan, goodie bag serta materi selama acara berlangsung.

Hingga kini sudah tercatat 150-an orang pendaftar perwakilan pelajar SMA/SMK dari sejumlah provinsi antara lain Pekanbaru, Lampung, DKI Jakarta, Banten, Jabar, DIY, Jateng, Sulawesi Selatan, Gorontalo dan Papua. Mereka berasal dari berbagai organisasi pelajar seperti OSIS, Pramuka, Palang Merah Remaja, pecinta alam dan wakil organisasi intra sekolah lainnya.

Sedangkan narasumber yang akan hadir mengisi KPPI antara lain Menkopolhukam Mahfud MD, anggota dewan pengarah BPIP H Ahmad Syafii Maarif, Ketua BPIP Hariyono, Sekretaris Utama BPIP Karjono Atmoharsono, rohaniawan Romo Benny Susetyo Pr, Dewan Pembina Yayasan Rejomulia KH. Masrur Ahmad,  budayawan Achmad Charris Zubair, sejarawan Baskara T. Wardaya SJ dan sejumlah tokoh lainnya.

“Panitia tengah mengupayakan kehadiran Ketua Dewan Pengarah BPIP Megawati Soekarnoputri dapat membuka pelaksanaan KPPI yang baru pertama kalinya diadakan ini,” tandas Widi. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.