Jajanan Opak Gambir Tetap Eksis di Momen Lebaran

Yovie Wicaksono - 9 June 2019
Jajajan tradisional opak gambir. Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Di antara banyaknya jajanan modern di saat Lebaran, ada salah satu jajanan tradisional yang masih tetap eksis dan wajib disajikan dalam perayaan Idulfitri bagi masyarakat Kediri, Jawa Timur, yakni opak gambir.

Opak gambir, biasa disajikan sebagai jajanan pelengkap bagi tamu yang datang bersilaturahmi. Meningkatnya jumlah permintaan, salah satu produsen opak gambir di Desa Bulu, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, kini kebanjiran order.

Jika pada hari biasa setiap bulannya menerima pesanan 5 kwintal, kini di momen puasa hingga lebaran bisa menerima pesanan mencapai 5 ton. Agar bisa menyelesaikan pesanan pelanggan tepat waktu, pemilik usaha Nurhayati dibantu anak dan lima karyawannya.

Disamping itu, Nurhayati memilih menambah jam kerja karyawannya untuk meningkatkan hasil produksi. Di hari biasa para karyawan mulai bekerja pada 06.30 – 12.00 WIB, kini mereka sudah mulai bekerja pada 05.30 – 16.00 WIB.

Pesanan ini  sudah diterima sejak awal bulan suci Ramadan lalu.  Mereka bahkan mengaku sempat kewalahan dengan pesanan yang harus diselesaikan sebelum lebaran tiba.

“Alhamdulillah meningkat,” kata Nurhayati yang mengaku sudah menjalankan usahanya tersebut selama belasan tahun.

Rasa yang khas gurih dan manis , jajanan  berbahan campuran tepung tapioka, tepung beras, santan dan gula ini masih sangat digandrungi oleh warga Kediri, Jawa timur.

Varian opak gambir yang diproduksi oleh Nurhayati ada beberapa macam, diantaranya berbentuk gulungan dengan gula merah, gulungan dengan ketan hitam, berbentuk contong segitiga dengan gula putih, dan contong warna warni.

Karena harga bahan baku tepung tapioka mengalami kenaikan, Nurhayati terpaksa menaikkan harga jual produksinya menjadi Rp 35 ribu untuk per kilogramnya.

“Kenaikan hanya 2-3 ribu. Mungkin kalau tidak ada kendala ini, kita bisa lebih dari 5 ton sebulan,” imbuhnya.

Penikmat kue opak gambir, tidak hanya dari wilayah Kediri, melainkan dari daerah lainya seperti Nganjuk,Tulungagung, Jombang , Sidoarjo dan Surabaya.

Opak gambir tersebut didistribusikan oleh sales ke sejumlah tokoh di daerah. Sebelum didistribusikan, sales terlebih dahulu datang langsung ke rumah Nurhayati, untuk mengambil barang pesanan. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.